Ahli Toksikologi Australia Bersaksi di Sidang Mirna Hari Ini

Arga sumantri    •    Rabu, 21 Sep 2016 10:39 WIB
kematian mirna
Ahli Toksikologi Australia Bersaksi di Sidang Mirna Hari Ini
Terdakwa kasus kematian Mirna Wayan Salihin, Jessica Kumala Wongso, saat mendengarkan keterangan saksi ahli dalam sidang di PN Jakpus, Senin (19/9/2016) -- ANT/Rosa Panggabean

Metrotvnews.com, Jakarta: Sidang lanjutan kasus kematian Wayan Mirna Salihin kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) jakarta Pusat. Agenda sidang ke-23 ini masih mendengarkan saksi yang meringankan terdakwa Jessica Kumala Wongso.

"Baru satu ahli yang konfirmasi, ahli toksikologi," ujar Hidayat Bostam, pengacara Jessica, sebelum sidang di PN Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2016).

Ahli toksikologi yang hadir adalah Michael David Robertson. Ia merupakan ahli toksikologi dari Australia.

Sidang sebelumnya, Senin (19/9/2016), kubu Jessica menghadirkan tiga saksi ahli. Dua saksi diantaranya adalah ahli psikologi dari Universitas Indonesia (UI), yaitu Dewi Taviana dan Agus Mauludi. Sementara, satu saksi lainnya yakni ahli kriminologi dari UI Eva Achjani Zulfa.

(Baca: Ahli Kriminolog Jessica: Ilmu Membaca Wajah Sudah Usang)

Ketiga ahli tersebut memaparkan analisisnya terhadap hasil pemeriksaan ahli yang pernah dihadirkan jaksa. Dewi dan Agus memberi pendapat terhadap keterangan ahli psikolog Sarlito Wirawan dan Antonia Ratih Anjayani.


Saksi Ahli Psikologi UI Dewi Taviana memberi keterangan terkait kasus kematian Mirna Wayan Salihin dalam sidang ke-22 di PN Jakpus, Senin (19/9/2016) -- ANT/Rosa Panggabean

Dewi dan Agus mematahkan kesaksian Sarlito dan Ratih. Salah satunya, terkait takaran kelaziman dalam mengambil kesimpulan terhadap Jessica.

Menurut Dewi, seharusnya ada data statistik perilaku Jessica untuk menentukan lazim atau tidak lazimnya perilaku terdakwa tunggal kasus pembunuhan Mirna itu. "Tidak bisa dibandingkan dengan pada umumnya orang lain," katanya.

(Baca: Kejiwaan Jessica Tak Bisa Disimpulkan Hanya Lewat CCTV)

Mirna diduga tewas karena racun sianida. Dia meregang nyawa tak lama setelah menyeruput kopi es ala Vietnam di Kafe Olivier, pada 6 Januari lalu. Kopi untuk Mirna dipesankan oleh Jessica, teman kuliahnya di Billyblue College, Australia.

Jessica kemudian ditetapkan sebagai terdakwa. Dia terancam dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati.


(NIN)

Video /