Polda Metro Konfrontasi Saksi Guna Pastikan Kepemilikan Senjata Gatot

Ilham wibowo    •    Selasa, 20 Sep 2016 18:29 WIB
narkoba
Polda Metro Konfrontasi Saksi Guna Pastikan Kepemilikan Senjata Gatot
Ketum PARFI Gatot Brajamusti alias AA Gatot (kanan) dikawal petugas saat menjalani pemeriksaan di Subdit Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (5/9/2016). Foto: Antara/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Subdit Resmob Direktorat Kriminal Umum  mengkonfrontasi keterangan sejumlah saksi terkait kepemilikan dua senjata api dan ratusan amunisi Gatot Brajamusti alias Aa Gatot. Polisi masih menelusuri benang merah kasus ini.

"Konfrontir dilakukan agar penyidikan lebih akurat. Saksi yang melihat yang kami harapkan. Masih ditelusuri dan gali terus benang merah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (20/9/2016)

Polda Metro hingga saat ini sudah memeriksa 10 orang saksi. Dua di antaranya, Nadine Chandrawinata dan teman dekat Gatot, Wahjoeno.

Baca: Barang Bukti di Rumah Aa Gatot Positif Narkoba

Menurut Awi, dari pemeriksaan Wahjoeno, penyidik mendapatkan keterangan, Gatot pernah menerima senjata api tersebut dari mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) I Gde Putu Ary Suta. Keterangan Wahjoeno itu kini tengah didalami bersamaan dengan pemeriksaan Gatot yang saat ini berada di Kepolisian Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Memudian barang itu disimpan di brankas. Aa GB juga sempat sampaikan ke W melihat senpi di brankas, tapi tidak mau karena tidak ada kepentingan," kata Awi.


Ketum PARFI Gatot Brajamusti alias AA Gatot (kanan) dikawal petugas saat tiba di rumahnya di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Kamis (1/9). Foto: Antara/Muhammad Adimaja.

Menurut Awi, alat bukti yang telah dikumpulkan belum cukup menunjukan kebenaran asal usul senjata api tersebut. Tak menutup kemungkinan, kata Awi, pihaknya kembali akan memanggil Ary Suta untuk mengklarifikasi keterangan ini.

"Ini kita dalami, dalam artian tentu bisa menambah kesaksian kasus ini karena kita berdasar pembuktian. Memang dua alat bukti belum tercukupi senpi dari AS. Tapi terkait kepemilikan GB saya pikir cukup bukti," tutur Awi.

Baca: Polisi Gandeng PT Pindad Telusuri Kasus Senjata Api Aa Gatot

Sebelumnya, dua pucuk senjata api jenis Glock 26 dan Walther PPK  ditemukan ketika Tim Satgasus Merah Putih Mabes Polri menggeledah rumah Aa Gatot di Jalan Niaga Hijau X Nomor 1, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Senin 29 Agustus.

Dalam pemeriksaan, ia mengaku mendapatkan senjata tersebut dari I Gde Putu Ary Suta. Namun, mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional itu membantah memasok senjata buat Aa Gatot.

Dari penggeledahan, polisi juga menyita satu paket narkotika jenis sabu seberat 10 gram, 30 jarum suntik, sembilan alat isap, tujuh cangklong, 39 korek gas, tiga kotak berisi 500 butir amunisi kaliber 9 milimeter, dan satu kotak berisi 765 butir amunisi jenis Fiochini 32 auto.

Ada juga satu ekor harimau Sumatera yang sudah di-offset dan satu ekor elang Jawa. Mantan Ketua Persatuan Artis Film Indonesia ini terancam melanggar aturan konservasi sumber daya alam, karena memelihara hewan langka.

Gatot dan istri ketiganya, Dewi Aminah, dicokok di kamar 1100, Hotel Golden Tulip, Lombok, NTB, 28 Agustus. Dari keduanya, polisi menyita dua plastik klip berisi kristal putih diduga sabu, dua alat isap sabu, tiga pipet kaca, enam korek gas, empat sedotan, tiga dompet berisi uang dan KTP, dua telepon genggam, satu strip obat, dan sebagainya.

 


(AZF)

Video /