Nurhadi Mangkir dari Panggilan KPK

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 31 Dec 2016 00:45 WIB
suap di ma
Nurhadi Mangkir dari Panggilan KPK
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi Abdurrachman. ANT/Rossa Panggabean.

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi Abdurrachman mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk diperiksa terkait kasus dugaan suap dalam penanganan peninjauan kembali sebuah perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Nurhadi tak memberikan keterangan apapun kepada KPK perihal ketidakhadirannya.

"Nurhadi diagendakan diperiksa, namun yang bersangkutan tidak hadir tanpa keterangan," kata Febri saat dikonfirmasi, Jumat (30/12/2016).

KPK seyogyanya akan menggali keterangan Nurhadi sebagai saksi dari tersangka mantan Panitera PN Jakpus Edi Nasution. Febri mengatakan, KPK akan kembali memanggil yang bersangkutan.

"Akan diagendakan kembali (pemeriksaan Nurhadi)," ucap dia.

Nama Nurhadi memang telah berkali-kali disebut dalam kasus. Bahkan, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum pada KPK, Nurhadi disebut meminta duit Rp1,5 miliar untuk penanganan perkara anak perusahaan PT Lippo Group. Uang diminta lewat mantan Panitera Jakarta Pusat Edy Nasution.

Jaksa Jaelani mengungkapkan, PT Lippo Group tengah menghadapi permasalahan hukum di PN Jakarta Pusat. Presiden Komisaris PT Lippo Group Eddy Sindoro kemudian berhubungan dengan Nurhadi untuk pengurusan perkara.

Nurhadi telah beberapa kali bersaksi dalam persidangan kasus ini di Pengadilan Tipikor Jakarta. Dia pun telah membantah terlibat dalam kasus suap tersebut.

Pada kasus ini, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka, yakni Edi Nasution, Doddy Aryanto Supeno dan Eddy Sindoro.


(DRI)