Orasi Fahri Hamzah yang Diperkarakan ke Polisi

Arga sumantri    •    Senin, 28 Nov 2016 16:32 WIB
penghinaan terhadap penguasa
Orasi Fahri Hamzah yang Diperkarakan ke Polisi
Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) Sylver Matutina -- MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah diperkarakan ke polisi. Orasinya dalam unjuk rasa 4 November dinilai sebagian pihak bernada penghasutan.

Kelompok orang yang menamakan diri Solidaritas Merah Putih (Solmet) melayangkan laporan terhadap Fahri ke Polda Metro Jaya. Ketua Umum Solmet Sylver Matutina membeberkan orasi Fahri yang dipermasalahkan.

Pertama, kata Sylver, dalam orasinya Fahri dinilai menuduh Presiden Joko Widodo melakukan pelanggaran hukum berkali-kali. Sylver memang tidak merinci kalimat utuh orasi Fahri Hamzah soal itu.

"Kedua, dia (Fahri) menuduh Presiden tidak memberikan rasa nyaman kepada umat Islam. Ketiga, dia menuduh Presiden menghina ulama," ucap Sylver di Mapolda Metro Jaya, Senin (28/11/2016).

Berikutnya, Sylver menyebut politikus PKS itu menuduh Presiden menghina simbol-simbol Islam. Fahri juga disebut menuduh Presiden membiarkan orang non-Muslim menghina simbol Islam.

"Fahri Hamzah telah menipu bahwa yang berjuang dan memerdekaan Indonesia hanya umat Muslim. Padahal, banyak pejuang dan pahlawan dari komunitas Kristen, Katholik, Budha, dan Hindu dari berbagai macam suku ikut mengucurkan darah dan menyumbang nyawa untuk NKRI," beber Sylver.

Bukan hanya itu. Sylver juga menyatakan, dalam orasinya, Fahri dinilai menghasut massa untuk menjatuhkan presiden yaitu lewat parlemen jalanan. Ia mengatakan, Fahri ikut mengajak massa menginap di DPR usai aksi damai 4 November.

Hari ini Sylver menjalani pemeriksaan pertama sebagai saksi pelapor di kepolisian. Dia diperiksa penyidik Subdit Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

(Baca: Pelapor Fahri Hamzah Diperiksa)

Sylver membawa seorang saksi bernama Tri Tjahja Budi Wibowo. Tri adalah orang yang ada di lokasi saat Fahri berorasi di depan Istana Negara pada 4 November.

Sejumlah barang bukti juga dibawa, salah satunya rekaman video orasi Fahri. Sylver bilang, rekaman itu ada dalam website resmi pribadi Fahri Hamzah.

(Baca: Alasan Fahri Hamzah Dilaporkan ke Polisi)

Solmet melaporkan Fahri Hamzah ke Polda Metro Jaya atas dugaan kasus penghasutan saat demo 4 November. Laporan Solmet teregistrasi dengan nomor TBL/5541/XI/2016/PMJ/Ditreskrimum tertanggal 11 November 2016. Pasal yang dimuat dalam laporan tersebut, yakni Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan.

Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan:
Barang siapa di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum atau tidak menuruti baik ketentuan undang-undang maupun perintah jabatan yang diberikan berdasar ketentuan undang-undang, diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun atau pidana denda paling banyak Rp4.500.




(NIN)