Menhub Minta OTT di Samarinda Dijadikan Sebagai Koreksi Diri

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 17 Mar 2017 22:46 WIB
pungli
Menhub Minta OTT di Samarinda Dijadikan Sebagai Koreksi Diri
Kardus berisi uang tunai Rp6,1 miliar disita polisi --MetroTV--

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perhubungan Budi Karya mengapresiasi aparat kepolisian yang melakukan operasi tangkap tangan di Kantor Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Samudra Sejahtera (Komura) di Samarinda, Kalimantan Timur. Budi meminta operasi tangkap tangan (OTT) ini dijadikan sebagai bentuk koreksi diri untuk seluruh stakeholder.

"Saya mengapresiasi yang dilakukan pihak Kepolisian di Pelabuhan Samarinda hari ini dan saya minta kepada seluruh stakeholder perhubungan untuk menjadikan ini sebagai self correction," kata Budi di Sambas, Kalimantan Barat, Jumat 17 Maret 2017.

Budi mengatakan, hal tersebut merupakan pekerjaan yang luar biasa dan konsisten untuk memberikan dukungan agar tercipta good governance.

Sesuai dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo, kata dia, Kementerian Perhubungan konsisten memberantas praktik pungli di sektor transportasi. Satgas operasi pemberantasan pungli (OPP) Kemenhub terus bekerja sama dengan Kepolisian melaporkan tindakan yang mengarah pada praktik pungli.

Budi menambahkan, pihaknya telah terus-menerus memberikan peringatan kepada seluruh jajaran di Kemenhub, maupun stakeholder terkait untuk tidak melakukan praktik pungli dan melakukan kegiatan yang lebih good governance.

Budi menegaskan, pihaknya tak segan-segan memberikan sanksi tegas jika ada jajarannya diketahui terlibat praktik pungli. Ia juga akan menyerahkan kepada pihak yang berwenang untuk dilakukan proses hukum.

Kemenhub, kata dia, berkomitmen penuh memberantas praktik pungli di sektor transporasi yang dapat menghambat pelayanan jasa transportasi.

Tim Saber Pungli Polda Kalimantan Timur membongkar praktik pungutan liar di terminal peti kemas (TPK) Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat 17 Maret 2017. Kardus berisi uang tunai Rp6,1 miliar disita polisi.

Kapolda Kaltim Irjen Safaruddin mengatakan, penindakan berdasarkan laporan masyarakat terkait besarnya harga tarif bongkar muat. Biaya bongkar muat yang seharusnya hanya Rp10 ribu, namun di Palaran mencapai Rp180 ribu.


(LDS)

Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot Penuhi Balai Kota

Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot Penuhi Balai Kota

58 minutes Ago

Metrotvnews.com, Jakarta: Puluhan karangan bunga warna-warni memenuhi halaman Balai Kota DKI Ja…

BERITA LAINNYA