Setya Novanto Tersangka Baru KTP Elektronik

Damar Iradat    •    Senin, 17 Jul 2017 19:19 WIB
korupsi e-ktp
Setya Novanto Tersangka Baru KTP Elektronik
Ketua KPK Agus Rahardjo (tengah) didampingi Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat konferensi pers di Gedung KPK. MTVN/Damar Iradat.

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPR Setya Novanto ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Penetapan tersangka diambil setelah KPK mencermati fakta persidangan dari sejumlah tersangka sebelumnya.

"KPK menetapkan SN dengan tujuan menyalahgunakan kewenangan sehingga diduga mengakibatkan negara rugi Rp2,3 triliun," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 17 Juli 2017.

Setya diduga bertujuan menguntungkan diri sendiri dan orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya terhadap jabatannya. Sehingga diduga mengakibatkan kerugian negara hingga Rp2,3 triliun.

Agus mengatakan, KPK menemukan bukti yang cukup untuk menetapkan Setya sebagai tersangka anyar kasus KTP-el ini. SN, kata dia, diduga memiliki peran dalam proses perencanaan dan pengadaan.

"Saudara SN melalui AA diduga memiliki peran dalam proses perencanaan dan pengadaan," kata Agus.
 
Setya diduga melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999  sebagaimana diubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Selama sepekan terakhir, KPK getol memanggil anggota DPR periode 2008-2014 untuk mendalami kasus ini. Sejumlah nama seperti Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang juga mantan anggota Komisi II DPR RI, Ade Komaruddin, dua pimpinan Komisi II DPR periode 2009-2014 Taufiq Effendi dan Teguh Juwarno, serta Ketua DPR Setya Novanto. Para saksi yang diperiksa itu mengaku dicecar soal pertemuan Andi Narogong alias Andi Agustinus (AA) dengan anggota DPR.

SN diperiksa pada Jumat, 14 Juli 2017. Usai pemeriksaan, ia mengaku dicecar soal Andi Narogong. Penyidik menanyakan pertemuan antara SN dan Andi serta pembicaraan bisnis yang pernah dilakukan


(DRI)