Lima ABK Penyelundup Sabu Digiring ke Polda Metro Jaya

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 18 Jul 2017 08:56 WIB
narkoba
Lima ABK Penyelundup Sabu Digiring ke Polda Metro Jaya
Ilustrasi narkoba. MTVN/Mohammad Rizal.

Metrotvnews.com, Tangerang: Lima anak buah kapal (ABK) pembawa narkoba jenis sabu seberat satu ton tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Lima warga negara asing (WNA) asal Taiwan tersebut akan digiring ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dengan pengawalan ketat, pihak kepolisian Polresta Bandara dan Polda Metro Jaya menggiring lima tersangka ke dalam mobil tahanan usai mendarat di Terminal 3 Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Senin 17 Juli 2017 malam. Kelima ABK asal Taiwan bernama Tsai Chih Hung, Sun Chih-Feng, Kuo Chun Yuan, Kuo Chun Hsiung, dan Juang Jin Sheng.

Kasubdit Tiga Ditnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan, pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja sama dengan kepolisian Taiwan. Sedangkan untuk kapal pesiar yang membawa barang haram tersebut sudah ditahan di Batam.

"Untuk mengelabui petugas, ada beberapa kompartemen yang sudah di modifikasi," kata Bambang seperti dikutip dari Metro TV.

Bambang mengaku, dirinya masih akan mengembangkan kasus itu lebih lanjut, tidak menutup kemungkinan bakal muncul tersangka dan barang bukti lainnya dalam kasus tersebut.

"Terus kami lakukan penyelidikan, terus kami kembangkan kasus ini. Kami berkoordinasi dengan polisi Taiwan, China, dan beberapa negara lainnya," tutur Bambang.

Narkoba jenis sabu sebanyak satu juta ton dibawa dari Tiongkok ke Indonesia. Mereka membawa sabu melalui kapal pesiar Wanderlust dari China ke Indonesia melalui Anyer, Banten. Upaya tersebut digagalakan Satgas Merah Putih pada Kamis 13 Juli 2017 dini hari. Barang haram itu diselundupkan empat warga Taiwan.

Seluruh pelaku telah ditangkap, mereka ialah Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li. Lin Ming Hui tewas ditembak karena melawan dan membahayakan petugas saat penggerebekan. Ia merupakan bos alias pengendali penyelundupan 1 ton sabu ke Indonesia.

Hsu Yung Li, jadi yang paling terakhir ditangkap setelah sempat buron. Ia dicokok saat mencoba kabur menaiki bus pariwisata di Cilegon.


(DRI)