Polisi Ragu Laporan Antasari Azhar Naik Penyidikan

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 17 May 2017 16:46 WIB
antasari azhar
Polisi Ragu Laporan Antasari Azhar Naik Penyidikan
Antasari Azhar. Foto: MI/M. Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Februari lalu, bekas Ketua KPK Antasari Azhar melaporkan dugaan kriminalisasi terhadap dirinya ke Badan Reserse dan Kriminal Polri. Tapi proses terhadap laporan Antasari hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan, polisi ragu bisa naik ke penyidikan.

"Itu (laporan Antasari) sudah kami lakukan penyelidikan, namun kelihatannya tidak bisa dinaikkan ke penyidikan," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Polisi Herry Rudolf Nahak di kantor Bareskrim Polri, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Rabu 17 Mei 2017.

Herry menuturkan, penyidik harus punya minimal dua alat bukti yang cukup untuk menaikkan proses hukum satu perkara ke penyidikan. Kendati ragu, penyidik terus mencari alat bukti yang bisa memperkuat laporan Antasari sehingga bisa ditingkatkan.

Dia memaparkan, yang menjadi pertanyaan Antasari antara lain mengapa ia ditahan dengan tuduhan membunuh Nasrudin Zulkarnaen. Menurut Herry, pertanyaan Antasari tersebut masih dipelajari penyidik.

"Yang beliau sampaikan itu sudah menjadi materi persidangan. Sudah masuk materi sidang, sudah menjadi bahan beliau waktu beliau mengajukan perlawanan hukum dulu," beber Herry.

Antasari Azhar menyebut Presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono, tahu perkara pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnaen. Karena itu, bekas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi itu terbuka ke publik.

Klik: Antasari Minta SBY Jujur

Selasa pagi 14 Februari, Antasari dan Andi Samsudin, adik Nasrudin Zulkarnaen, datang ke kantor Bareskrim. Kedatangan keduanya untuk meminta penyidik serius menyelidiki pesan singkat (SMS) misterius yang masuk ke telepon genggam Nasrudin.

Selama ini, Antasari dituding pengirim pesan singkat tersebut. Antasari divonis membunuh Nasrudin. Namun hingga bebas dari penjara, Antasari membantah semua tuduhan termasuk mengirim pesan singkat berisi ancaman ke Nasrudin.

Ke luar kantor Bareskrim, Antasari blakblakan terkait kasus yang mengirimnya ke penjara. Ia menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tahu kasus pembunuhan Nasrudin.

"Beliau tahu perkara saya, beliau perintahkan siapa untuk kriminalisasi Antasari. Siapa lakukan apa. Pak SBY jujur lah, terbuka lah kepada publik," kata Antasari.

SBY tak terima ocehan Antasari. Ia melaporkan balik Antasari ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik. Terkait laporan SBY, Herry juga menyebut masih dipelajari penyidik.

"Harus ada alat bukti yang cukup juga itu," tandas Herry.

 


(TRK)

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

Irman Kembali Diperiksa KPK sebagai Saksi Setnov

8 hours Ago

KPK kembali memeriksa mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Irman diperiksa sebagai saksi un…

BERITA LAINNYA