Massa Minta Ahok Dituntut Hukuman Maksimal

M Sholahadhin Azhar    •    Kamis, 20 Apr 2017 11:02 WIB
kasus hukum ahok
Massa Minta Ahok Dituntut Hukuman Maksimal
Massa sidang kasus hukum Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama. Foto: MTVN/M. Sholahadhin Azhar.

Metrotvnews.com, Jakarta: Massa gabungan dari FPI Jawa Barat, FPI Jakarta, dan Laskar Parmusi menggelar aksi di sekitar Kompleks Kementerian Pertanian, lokasi sidang terdakwa kasus penistaan agama Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama. Mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta itu dihukum semaksimal mungkin.

"Kita di sini untuk menuntut agar Ahok si penista Agama dituntut semaksimal mungkin," kata Ulama Aliansi Pergerakan Islam Jabar, M. Abdul Hadi di atas mobil komando, Kamis 20 April 2017.

Menurut dia, kemenangan gubernur Islam di DKI belum melegakan hati umat muslim. Pasalnya, sejatinya urusan pilkada terpisah dengan kasus penistaan agama.

Dia menekankan, kasus penistaan agama benar-benar berhadapan dengan umat Islam. Kasus ini tidak dicampuradukan dengan politik pemerintahan daerah.

Atas dasar itu, Abdul menyatakan pihaknya ingin melihat hukum ditegakkan di negara ini. "Kalau si Ahok tidak dihukum, berarti hukum belum ditegakkan," kata Abdul.

Sementara itu, kuasa hukum Ahok siap mendengarkan tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU). Apabila Ahok dituntut bersalah, tim hukum akan menyiapkan pembelaan di sidang selanjutnya.

"Siap mental dan siap menjawabnya dalam bentuk pleidoi waktu selanjutnya," ujar anggota kuasa hukum Ahok, Humphrey Djemat.

Humphrey menilai, tuntutan JPU tak terpengarhi hasil pilkada. Pasalnya, dasar keduanya sudah berbeda, pemilihan umum bergantung pada pemilih sedangkan tuntutan hukum harus didasari fakta persidangan.

Mengacu pada fakta persidangan, menurut Humphrey kliennya harus dituntut bebas. Dia menekankan, dalam 19 kali persidangan tak ada saksi fakta yang menyatakan Ahok menodai agama.




(OGI)