2 Dosen ITB Jadi Saksi untuk Tersangka Novanto

Damar Iradat    •    Jumat, 11 Aug 2017 10:32 WIB
korupsi e-ktp
2 Dosen ITB Jadi Saksi untuk Tersangka Novanto
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (kanan) . Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil sejumlah saksi untuk mengusut kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Jumat, 11 Agustus 2017, lima orang saksi dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut dengan tersangka Ketua DPR, Setya Novanto.

Mereka yang dipanggil antara lain, pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Arief Sartono, PNS Ditjen Dukcapil Kemendagri Pringgo Hadi Tjahyono, Kabag Fasilitas Pelayanan Publik PT Sucofindo Nur Effendi, serta dua orang dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Maman Budiman dan Mochamad Sukrisno Mardiyanto.

"Kelimanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SN (Setya Novanto)," kata Febri saat dikonfirmasi, Jumat, 11 Agustus 2017.

Arief dan Maman sebelumnya juga pernah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka lainnya dalam kasus ini, Andi Agustinus alias Andi Narogong pada Mei lalu. Andi merupakan pengusaha pemenang tender proyek KTP-el senilai Rp5,9 triliun.

Selain itu, Arief beserta Sukrisno dan Pringgo Hadi juga sempat dihadirkan di persidangan kasus KTP-el dengan dua terdakwa, Irman dan Sugiharto pada 13 April 2017.

Setya Novanto merupakan tersangka keempat dalam kasus yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu. Dari pihak eksekutif, KPK telah menetapkan dua pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto.

Baik Irman dan Sugiharto sudah dijatuhi vonis di pengadilan. Namun KPK mengajukan banding karena putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta dinilai tidak komprehensif.

Novanto diduga melanggar Pasal 3 atau Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.




(UWA)