Korban Perdagangan Manusia Perlu Didampingi

   •    Kamis, 20 Sep 2018 14:22 WIB
perdagangan manusia
Korban Perdagangan Manusia Perlu Didampingi
Sejumlah pekerja migran Indonesia saat dideportasi dari Malaysia di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kalbar, Rabu (27/6/2018). Foto: Antara/Agus Alfian

Jakarta: Dua kasus dugaan perdagangan manusia yang menimpa pekerja migran Indonesia perlu segera dituntaskan. Para korban juga perlu didampingi hingga bisa selamat tiba di Tanah Air.

Ketua Umum Garda Buruh Migran Indonesia (BMI), Ahmad Iman, berharap pemerintah memberikan pendampingan atas masalah psikologi dan sosial yang dialami korban. 

"Kementerian Sosial dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak harus segera melakukan pendampingan terhadap korban," kata Ahmad melalui keterangan tertulis, Kamis, 20 September 2018.

Ia juga mendesak Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri hadir memberikan bantuan hukum. Pemerintah, kata dia, harus bisa memastikan para korban segera kembali ke Tanah Air dengan selamat.

“Pemerintah RI harus untuk mendesak Kepolisian Tiongkok untuk memburu penadah dan pelaku perdagangan manusia sesuai hukum yang berlaku di sana,” katanya.

Terhadap pekerja migran, Ahmad meminta mereka untuk berani bersuara. Mereka diminta aktif menggali informasi, tata cara, dan prosedur bekerja di luar negeri agar aman dan terhindar dari masalah.

“Jangan melapor kepada Perwakilan RI jika ada tindakan dari pengguna jasa atau agensi yang tak sesuai dengan aturan," katanya.

Sebanyak 16 pekerja migran Indonesia menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Tiongkok. Para korban masih berada di sana dalam kondisi disekap. Terkuak juga praktik penyewaan secara daring atas pekerja migran Indonesia di Singapura.

Kasus serupa juga pernah terjadi di Saudi Arabia pada 2016. Saat itu, pekerja migran Indonesia dijajakan di sebuah mal untuk disewa dan dipekerjakan dengan upah dan kontrak yang menyalahi aturan. 




(UWA)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA