Mendikbud Bantah Anak Terduga Teroris Tolak Belajar PKN

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 15 May 2018 18:34 WIB
Teror Bom di Surabaya
Mendikbud Bantah Anak Terduga Teroris Tolak Belajar PKN
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan menunjukkan foto keluarga Dita Oepriyanto. Rudi mengatakan empat bom itu ditemukan di ruang depan- MI/Abdus Syukur

Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy membantah salah seorang anak dari terduga pengeboman di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, menolak belajar Pendidikan dan Kewarganegaraan (PKN). Muhadjir menyebut semua anak terduga teroris itu berperilaku sama dengan siswa lain.

"Enggak benar itu, saya sudah cek ke kepala sekolahnya kok. Mereka yang gede juga jadi komandan upacara bendera. Biasa sama seperti biasa," kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

Muhadjir menyebut aksi bom bunuh diri itu hanya tindakan spontan atas perintah kedua orang tuanya. Terutama, dari ayahnya Dita Oepriarto, 47, yang merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Itu sangat spontan dari orang tuanya kelihatannya. Terutama orang tua yang laki-laki," ujar dia.

(Baca juga: Dita Dikenal Cerdas)

Muhadjir mengatakan sekolah sesungguhnya memiliki pengawas untuk para siswa. Pengawas itu dilakukan oleh guru bimbingan konseling (BK). Peran guru itu diharapkan mampu mengawasi setiap anak didiknya.

Tapi, kata dia, kelompok teroris memiliki modus yang bervariasi dalam merekrut calon pengantin. Ia berharap ke depannya sekolah dapat lebih waspada terutama kepada para siswa yang rentan terpapar penyebaran ideologi-ideologi radikal.

"Ini sekolah harus lebih kreatif, antisipatif," ucap dia.

Muhadjir menilai pihak sekolah juga harus lebih menjalin hubungan silaturahmi dengan setiap keluarga dan lingkungan masyarakat dari siswanya. Dengan begitu, sekolah bisa mencegah adanya siswa yang terkontaminasi paham radikal.

"Dan pendidikan karakter juga menjadi sangat penting," kata dia.

(Baca juga: Istri Terduga Teroris Pegawai Kanwil Kemenag Jatim)
 


(REN)