Dua Terduga Teroris di Palembang bakal Serang Mako Brimob Sumsel

Faisal Abdalla    •    Selasa, 15 May 2018 18:42 WIB
terorisme
Dua Terduga Teroris di Palembang bakal Serang Mako Brimob Sumsel
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto - Medcom.id/Faisal Abdalla.

Jakarta: Densus 88 Anti Teror Polri menangkap dua terduga teroris di Palembang, Sumatera Selatan. Keduanya berencana menyerang Mako Brimob Polda Sumatera Selatan. 

"Yang di Sumatera Selatan kaitannya pada saat kejadian di Mako Brimob (Kelapa Dua, Depok), maka mereka merencanakan untuk menyerang Mako Polda Sumsel," kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 15 Mei 2018. 

Dua terduga teroris berinisial AA, 39, dan HK, 38, awalnya hendak melakukan penyerangan ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok saat terjadi kerusuhan pada 8-10 Mei 2018 lalu. Namun, karena kerusuhan sudah tertangani, keduanya memutuskan untuk menyerang Mako Brimob Polda Sumsel. 

Setyo mengatakan ada delapan orang terduga teroris di Sumsel yang berencana melakukan penyerangan ke Mako Brimob Kelapa Dua. Polisi masih mengejar enam orang lagi yang belum tertangkap. 

"Sebetulnya tidak hanya dua, tapi yang tertangkap baru dua. Delapan orang merencanakan menyerang Polda Sumsel, enam melarikan diri," tutur dia. 

(Baca juga: Terduga Teroris di Sidoarjo Penampung Dana)

Tim gabungan dari Datasemen Khusus 88 Anti Teror dan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menangkap dua terduga teroris di Palembang, Senin, 14 Mei 2018. Keduanya merupakan warga Pekanbaru, Riau. 

Polda Sumsel masih memburu enam orang terduga teroris yang masih berkeliaran. Dikhawatirkan jika tidak segera ditangkap, mereka akan menjadi lone wolf, istilah bagi pelaku tunggal teror. Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain Adinegara, mengatakan, enam buronan teroris itu kabur dalam penggerebekan sarang teroris di Kabupaten Muaraenim, Sumsel beberapa bulan lalu.

Mereka adalah kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang bermarkas di Jawa Barat. Dalam penggerebekan itu, 13 orang ditangkap, dan delapan ditetapkan menjadi tersangka. "Masih ada enam buronan. Posisinya tidak diinformasikan, tetapi mereka masih ada," kata Zulkarnain.





(REN)