KPK tak Mengetahui soal Surat Diduga dari Novanto ke Presiden

Damar Iradat    •    Jumat, 08 Dec 2017 10:29 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
KPK tak Mengetahui soal Surat Diduga dari Novanto ke Presiden
Juru Bicara KPK Febri Diansyah--MI/Susanto

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak mengetahui keabsahan surat yang diduga dikirimkan oleh tersangka kasus korupsi KTP elektronik, Setya Novanto, ke Presiden Joko Widodo.

"Saya tidak tahu surat itu benar atau tidak, dan kita juga tidak pernah mendapatkan surat tersebut secara formil ke KPK," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat, 8 Desember 2017.

Febri hanya memastikan, untuk proses penanganan dan substansi perkaranya, KPK memastikan kasus korupsi KTP elektronik didukung oleh bukti yang kuat. Apalagi penyidikan juga sudah berlangsung sejak lama.

Baca: Surat Novanto ke Presiden Diragukan

Sebelumnya, beredar surat dari Novanto ke Presiden Jokowi. Surat itu tertanggal 5 Desember 2017 dan ditandatangani atas nama Setya Novanto.

Surat tersebut berisi permohonan diduga dari Novanto yang meminta perhatian Presiden Jokowi bahwa kasus yang menimpanya sekarang ini bermuara pada keputusan Golkar mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Novanto merasa dikriminalisasi oleh kelompok tertentu dan tujuan utamanya adalah menggagalkan kepemimpinan Jokowi saat ini dan yang akan datang.

Soal tudingan kriminalisasi dalam surat tersebut, Febri mengatakan jika selama ini penyidikan terhadap Novanto telah didukung bukti-bukti yang kuat. Apalagi, kesaksian terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong dinilai semakin memperkuat keterlibatan Novanto dalam korupsi KTP elektronik.

"Jadi, kami yakin betul kasus ini ditangani berdasarkan bukti dan sesuai dengan fakta-fakta hukum yang ada," ungkapnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi secara terpisah oleh Medcom.id, kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi juga mengaku tak mengetahui soal surat tersebut. Padahal, Fredrich juga sempat bertemu dengan Novanto pada Kamis, 7 Desember.

"Saya tidak tahu, ini baru baca, sedangkan pukul 15:00 (Kamis, 7 Desember) saya masih ketemu Pak Novanto, beliau tidak cerita tuh," tegasnya.



(YDH)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

51 minutes Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA