KPK Punya Bukti Kuat Tetapkan Fredrich Sebagai Tersangka

Ilham wibowo    •    Kamis, 11 Jan 2018 03:19 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
KPK Punya Bukti Kuat Tetapkan Fredrich Sebagai Tersangka
Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi. Foto: Antara/Hafidz Mubarak.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut, Fredrich Yunadi ditetapkan sebagai tersangka melalui proses yang cukup panjang. Dia ditetapkan sebagai tersangka, setelah penyidik menemukan dua alat bukti terkait dugaan merintangi pengusutan kasus KTP-el, yang menjerat Setya Novanto. 

"Dua alat bukti itu sudah ada," kata Pimpinan KPK Basaria Panjaitan, di kantor KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu 10 Januari 2018. 

Basaria memastikan, penyidik KPK hati-hati dalam menetapkan Fredrich sebagai tersangka. Puluhan saksi maupun ahli terlibat dalam proses penyelidikan. Termasuk, melakukan koordinasi dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) perihal dugaan pelanggaran kode etik profesi.

"Koordinasi sudah kita dilakukan, sebelum dinaikkan ke tingkat penyidikan, pemanggilan dilakukan terhadap 35 saksi, termasuk ahli. Jadi tidak ujug-ujug penyidik menaikkan ke penyidikan," ungkapnya. 

Selain Fredrich, KPK juga ikut menetapkan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka. Keduanya, diduga kuat telah melakukan sekenario agar Novanto bisa dirawat inap di rumah sakit untuk menghindari panggilan penyidik.

Baca: KPK Bidik Tersangka Baru Kasus 'Penyelamatan' Novanto

Basaria mengungkapkan, Fredrich telah memesan kamar VIP dengan membooking satu lantai di RS Media Permata Hijau. Pemesanan itu dilakukan sebelum Novanto mengalami kecelakaan tunggal. Fredrich bahkan diduga membawa data medis Novanto yang telah dimanipulasi sedemikian rupa. 

"Diduga FY telah datang terlebih dulu untuk berkoordinasi dengan pihak rumah sakit," ungkapnya.  

KPK sebelumnya, menetapkan Advokat Fredrich Yunadi dan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka. Keduanya diduga kuat telah menghalang-halangi proses penyidikan perkara korupsi KTP-el yang menjerat Novanto.

Akibat perbuatanya, Fredrich dan Bimanesh dijerat Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


(JMS)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA