Keponakan Novanto Terima USD2,6 Juta Lewat Money Changer

Damar Iradat    •    Kamis, 11 Jan 2018 12:40 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Keponakan Novanto Terima USD2,6 Juta Lewat Money Changer
Lanjutan sidang Setya Novanto - Medcom.id/Damar Iradat.

Jakarta: Irvanto Hendra Pambudi, keponakan Setya Novanto, diketahui menggunakan jasa money changer untuk mengirim uang sejumlah USD2,6 juta dari Mauritius ke Indonesia. Pengiriman uang itu dilakukan oleh Irvanto awal 2012.

Hal ini terungkap dari pengakuan Marketing Manajer Inti Valuta Money Changer, Riswan alias Iwan Barawa. Dia bersaksi untuk terdakwa Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 11 Januari 2018. 

"(Irvanto datang) sekitar awal 2012 untuk bertemu pimpinan. Saya kebetulan wakil bos, dia cerita mau barter dollar," kata Riswan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Januari 2018.

Riswan mengungkapkan saat itu Irvan mengaku memiliki uang pecahan dolar AS di Mauritius. Irvan ingin mengambil uang itu secara tunai di Jakarta. 

Setelah pertemuan pertama itu, Riswan meminta waktu satu hingga dua hari. Dia kemudian berkoordinasi terlebih dahulu dengan Komisaris PT Berkah Langgeng Abadi Yuli Hira atas permintaan Irvan. 

Saat itu, Riswan meminjam rekening Yuli di Singapura untuk memuluskan transaksi barter antara dia dan Irvan. Yuli akhirnya menyanggupi hal tersebut.

Kemudian, Riswan menghubungi Irvan dan memberikan rekening yang diberikan Yuli. Ia meminta Irvan untuk mentransfer uang tersebut ke rekening Yuli.

"Setelah itu pak Irvanto saya forward nomor rekeningnya. Pak Irvanto bilang nanti kalau sudah dikirim dikabarin," tutur dia. 

(Baca juga: Novanto Terima USD7,3 Juta dari Proyek KTP-el)

Riswan menyebut rekening yang diberikan Yuli untuk menampung uang Irvan berada di Singapura. Rekening-rekening tersebut merupakan milik nasabah PT Berkah Langgeng Abadi.

Dalam proses transaksi tersebut, ada beberapa kali transfer yang dilakukan Irvan ke rekening Yuli. Transfer uang tersebut bertahap pada kurun 16 Januari sampai 17 Februari 2012.

Setelah proses transaksi selesai, Riswan melapor pada Irvanto. Setelah itu, Irvan mengutus seseorang untuk mengambil uang tersebut.

Penyerahan uang itu dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali. Selama penyerahan uang itu, Irvanto selalu mengutus orang yang sama.

"Seingat saya tiga kali. Tidak pernah (ambil sendiri), selalu pakai orang suruhan yang sama," tutur dia. 

Dalam surat dakwaan Novanto, Irvan disebut menjadi perantara penerimaan uang sebesar USD3,5juta pada kurun 19 Januari hingga 19 Februari 2012. Total uang yang diduga diterima Novanto dalam proyek KTP elektronik sebesar USD7,3 juta. 

Tidak hanya itu, Novanto juga disebut menerima jam tangan Richard Mille seri RM011 seharga USD135 ribu dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong dan almarhum Direktur Biomorf Lone LLC Johannes Marliem. 






(REN)