Sudin Perhubungan Jaktim Serahkan Kasus Pengeroyokan ke Polisi

Arga sumantri    •    Kamis, 05 Oct 2017 14:09 WIB
kekerasan
Sudin Perhubungan Jaktim Serahkan Kasus Pengeroyokan ke Polisi
TKP pengeroyokan anggota Sudin Perhubungan DKI - MTVN/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur telah melaporkan insiden pengeroyokan anggotanya ke polisi. Saat ini, kasus masih dalam penyelidikan.

"Sudah di ranah kepolisian sekarang," kata Kasiops Sudinhub Jakarta Timur, Slamet Dahlan kepada Metrotvnews.com, Kamis 5 Oktober 2017.

Slamet mengatakan, anggotanya yang jadi korban, Fransiskus Mandala, melapor ke polisi usai dikeroyok di Jalan Paus, Rawamangun. Fransiskus mengadu berbekal hasil visum yang dilakukan di Rumah Sakit Persahabatan.

"Anggota kena pukul, cakaran di dada, juga (pelaku) menarik kancing baju," ungkap Slamet.

Fransiskus dikeroyok sejumlah orang saat melakukan razia kendaraan liar. Slamet menuturkan, Sudin Perhubungan kerap merazia di lokasi pengeroyokan. 

Slamet mengaku, di lokasi kejadian memang tidak setiap hari didapati kendaraan yang parkir sembarang. Kebetulan, saat razia pada Rabu pagi 4 Oktober 2017, pihaknya mendapati mobil jenis Datsun warna putih parkir sembarangan di lokasi pejalan kaki.

"Sifat pelanggarannya memang spontan, tidak setiap hari. Tapi kalau ada ya enggak kita biarkan," tandas dia. 

Anggota Sudinhub Jakarta Timur dikeroyok saat merazia kendaraan di Jalan Paus, Rawamangun, Jakarta Timur. Pengeroyokan dipicu provokasi oknum warga. Slamet mengatakan, si provokator bukan pemilik mobil atau juru parkir sekitar.

Saat petugas hendak menderek mobil yang melanggar, kericuhan justru pecah. Warga lain terpancing dan turut meluapkan kemarahannya kepada petugas derek. Kericuhan bisa diredam oleh sejumlah warga juga petugas Dishub lainnya.
 


(REN)