Polisi Rencanakan Panggil Ria Irawan terkait Kasus First Travel

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 06 Oct 2017 08:04 WIB
kemelut first travel
Polisi Rencanakan Panggil Ria Irawan terkait Kasus First Travel
Artis senior Ria Irawan. Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Bareskrim Mabes Polri berencana memanggil artis senior Ria Irawan terkait kasus penipuan calon jemaah First Travel. Sebelumnya, penyanyi Syahrini dan Vicky Shu sudah lebih dulu diperiksa.

"Kami ingin lihat perannya apa saja, kegiatannya apa saja dan apa kompensasi dari peran para artis ini. Kami ingin tahu nilainya (kontrak) berapa," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat 6 Oktober 2017.

Meskipun demikian, pihaknya belum melayangkan panggilan resmi kepada yang bersangkutan. "Sudah diinformasikan tapi surat panggilan belum (dikirim)," kata Martinus.

Di antara para artis yang mempromosikan First travel, lanjut Martinus, hanya Syahrini yang sementara ini diketahui melakukan kerja sama melalui kontrak resmi dengan perusahaan biro perjalanan tersebut. Sementara Vicky Shu melakukan promosi karena latar belakang kedekatan dengan salah satu bos First Travel Anniesa Hasibuan.

Baca: Belum Ada Indikasi Syahrini Terlibat Penipuan First Travel

"Anniesa itu temannya dan kemudian dia (Vicky) posting tentang First Travel di media sosialnya," ucap Martinus.

Polisi memeriksa para artis tersebut untuk mengungkap modus penipuan dengan menggunakan popularitas artis  untuk menarik konsumen, terutama yang dilakukan pada tahun 2017 saat pendaftar umroh di First travel mulai berkurang. "Cara menarik calon jemaah dengan endorse artis-artis tentu patut dinilai adalah upaya mereka dalam mempromosikan," jelas dia.

Dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana puluhan ribu calon jemaah First Travel, polisi telah menetapkan tiga tersangka, yakni Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, serta Siti Nuraida Hasibuan alias Kiki Hasibuan.

Baca: Syahrini Minta Pemeriksaan Ditunda

Andika diketahui merupakan pelaku utama penipuan, penggelapan dan pencucian uang dalam kasus ini. Sementara Anniesa dan adiknya Kiki berperan ikut membantu tindak pidana yang dilakukan Andika.

Penyidik memperkirakan total jumlah peserta yang mendaftar First Travel sejak Desember 2016 hingga Mei 2017 sebanyak 72.682 orang. Dalam kurun waktu tersebut, jumlah peserta yang sudah diberangkatkan 14 ribu orang dan jumlah yang belum berangkat sebanyak 58.682 orang.

Sementara perkiraan jumlah kerugian yang diderita jemaah atas kasus ini sebesar Rp848,7 miliar yang terdiri atas biaya setor paket promo umroh dengan total Rp839 miliar dan biaya carter pesawat Rp9,5 miliar. Sementara Andika juga tercatat memiliki hutang kepada penyedia tiket sebesar Rp85 miliar, hutang kepada penyedia visa Rp9,7 miliar dan hutang kepada sejumlah hotel di Arab Saudi sebesar Rp24 miliar.

 


(INF)

KPK akan Pelajari Laporan Harta Kekayaan Novanto

KPK akan Pelajari Laporan Harta Kekayaan Novanto

4 hours Ago

Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Setya Novanto menjadi pintu masuk Kom…

BERITA LAINNYA