Pengembalian Uang Korban First Travel Tergantung Pengadilan

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 11 Oct 2017 12:30 WIB
penipuanibadah umrah
Pengembalian Uang Korban First Travel Tergantung Pengadilan
Kabag Penum Polri Kombes Martinus Sitompul/MTVN/Lukman Diah Sari

Metrotvnews.com, Jakarta: Nasib calon jemaah First Travel belum jelas. Uang yang sudah disetorkan dengan harapan berangkat umrah tak jelas bisa dikembalikan atau tidak.

"Itu tergantung keputusan seperti apa yang diambil hakim di pengadilan," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul kepada Metrotvnews.com, Rabu 11 Oktober 2017.

Martinus menjelaskan, aset perusahaan milik Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan yang ditaksir Rp50 miliar itu tak bisa dibagi-bagi, terlebih dikembalikan. Hasil sitaan itu akan dijadikan barang bukti di pengadilan.

"Jadi barang bukti yang harus diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU)," terangnya.

Berikut mobil bos First Travel yang disita:

1. Volks Wageb Carafelle warna putih nomor polisi F 805 FT
2. Mitsubishi Pajero warna putih nomor polisi F 111 PT
3. Toyota Vellfire warna putih nomor polisi F 777 NA
4. Daithatsu Sirion warna putih nomor polisi B 288 UAN
5. Toyota Fortuner warna putih nomor polisi B 28 KHS

Ada pula 11 aset yang telah dijual atau dipindahtangankan, yakni:

1. Hammer nomor polisi F 1051 GT
2. Mercy nomor polisi F9 FA
3. Izusu nomor polisi B 9885 ECB
4. Daihatsu nomor polisi B 1382 EKB
5. Avanza nomor polisi B 1965 EDG
6. Avanza nomor polisi B 1985 EDO
7. Daithatsu nomor polisi B 1919 EKW
8. Avanza nomor polisi B 1683 EDL
9. Luxio nomor polisi B 1854 EDG
10. Luxio nomor polisi B 1645 EKW
11. (Merk tak diketahui) nomor polisi B 1062 EDH

Selain kendaraan, aset tak bergerak yang turut disita ialah sebuah rumah mewah di Kompleks Sentul City, Bogor; sebuah rumah di Kebagusan, Pasar Minggu; rumah kontrakkan di Cilandak, Jakarta Selatan. Kantor Firts Travel di Radar Auri, Cimanggis, Depok; kantor PT First Anugrah Karya Wisata di GKM Tower TB Simatupang; dan kantor di Atrium Mulia Suite, Rasuna Said; juga satu butik di Kemang telah disita.

Belum lama ini, penyidik menelusur i aset lainnya yang diduga disembunyikan. Penyidik menggelar penggeledahan ulang kediaman Anniesa di Sentul, Jawa Barat, dan di sejumlah kantor lantaran diduga ada tempat penyimpanan di sana.

Polisi menyita sejumlah barang berharga di antaranya sepatu bermerk 150 pasang, baju-baku bermerk, baju berbagai musim, dan tas bermerk. Sayangnya, polisi belum bisa menemukan barang berharga seperi emas maupun logam mulia.
Sementara itu, duit calon jemaah diketahui lebih banyak digunakan untuk kebutuhan Andika dan Anniesa, salah satunya kala Anniesa mengikuti New York Fashion Week yang menelan dana hingga Rp127 miliar.


(OJE)