KY tak Bisa Campuri Putusan Praperadilan Novanto

M Sholahadhin Azhar    •    Rabu, 11 Oct 2017 00:03 WIB
setya novanto
KY tak Bisa Campuri Putusan Praperadilan Novanto
Ketua KY Aidul Fitriciada Azhari usai mengikuti rapat pleno terbuka pemilihan ketua KY di Gedung KY, Jakarta, Jumat 26 Februari 2016. Antara Foto/Wahyu Putro A

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Yudisial (KY) menegaskan sikap terkait putusan Hakim tunggal Cepi Iskandar. Ketua KY Aidul Fitriciada Azhari menyatakan pihaknya tak akan menyentuh hasil akhir dari proses praperadilan itu.

"Kalau soal putusan praperadilan KY tidak punya wewenang untuk menilai baik atau buruknya putusan pengadilan," kata Aidul kepada Metrotvnews.com, Selasa 10 Oktober 2017.

Menurut dia ada prinsip universal res judicata pro veritate habetur yang harus dipatuhi aparat hukum. Mereka dilarang menilai baik buruknya putusan hakim, kecuali oleh pengadilan yang lebih tinggi. Sementara terkait praperadilan, adalah suatu hal yang berbeda dari proses peradilan biasa.

Putusan yang dikeluarkan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tata Usaha Negara, Industrial, Perikanan, Pajak, Tindak Pidana Korupsi dan Pengadilan HAM masih bisa dibanding ke Pengadilan Tinggi dan menempuh Kasasi di Mahkamah Agung. Berbeda dengan praperadilan.

"(Prinsip itu) melarang aparat hukum untuk menilai baik buruknya putusan hakim, kecuali oleh pengadilan yang lebih tinggi," kata Aidul.

Terlepas dari sikap KY, Hakim Cepi Iskandar memang langganan dilaporkan terkait putusan sidangnya. Pertama saat ia menjadi hakim di Pengadilan Negeri Purwakarta pada 2014. Laporan itu diteruskan ke Badan Pengawas (Bawas) karena tidak termasuk aspek yudisial.

Kedua yakni pada 2015 di PN Depok perihal keberatan atas pertimbangan penafsiran penilaian hakim dan fakta persidangan. Ketiga Cepi dilaporkan terkait putusan praperadilan di PN Jakarta Selatan pada 2016. Dari tiga laporan itu, Cepi belum pernah dikenakan sanksi.

Pada 2017 ada dua laporan, yakni terkait praperadilan Setya Novanto dan perkara perdata yang masih dalam proses pemeriksaan. Seperti diketahui,  Hakim Tunggal Cepi Iskandar mengabulkan praperadilan yang diajukan Ketua DPR Setya Novanto, kemarin. Atas keputusan ini, KPK diminta mencabut status tersangka Novanto atas kasus KTP elektronik (KTP-el).


(SCI)

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

6 hours Ago

Tim kuasa hukum Novanto mempertanyakan alat bukti yang menjadi dasar pembuatan surat dakwaan.

BERITA LAINNYA