Polri Buka Peluang Kasus Pimpinan KPK Disetop

Arga sumantri    •    Selasa, 14 Nov 2017 15:42 WIB
kpk
Polri Buka Peluang Kasus Pimpinan KPK Disetop
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (tengah)/MTVN/Lukman Diah Sari

Jakarta: Polri membuka peluang kasus dugaan pemalsuan surat yang menyeret Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dan Wakil Ketua Saut Situmorang disetop. Hingga kini, kasus itu masih diusut.

"Apabila nanti dalam perjalanannya tidak ada bukti-bukti yang kuat, maka bisa saja dihentikan dengan SP3," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa 14 November 2017.

Setyo menegaskan, dua pimpinan KPK itu masih berstatus terlapor. Surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) dalam kasus itu, kata Setyo, hanya tanda Polri akan mencari bahan keterangan sebanyak mungkin untuk mebuat terang kasus.

Setyo mengatakan, SPDP di Polri berbeda dengan KPK. Di lembaga antirasywah. Sprindik yang serupa SPDP itu berarti menandakan sudah ada tersangka dalam suatu kasus.

"Kalau di Polri, SPDP baru memberi tahu Kejaksaan bahwa Polri masih menyidik suatu kasus," ucap Setyo.

SPDP laporan dugaan pemalsuan surat dengan terlapor Agus Rahardjo dan Saut Situmorang beredar ke kalangan media. SPDP itu dikeluarkan Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim pada Rabu 8 November 2017.

Dalam SPDP itu disebutkan laporan yang melibatkan dua pimpinan KPK sudah naik ke tahap penyidikan terhitung sejak dikeluarkannya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) nomor:SP.Sidik/1728/XI/2017/Dit Tipidum tanggal 7 November 2017. Namun, status dua pimpinan KPK masih sebagai terlapor.


(OJE)