KPK Diminta Awasi Sengketa Pilkada di MK

Ilham wibowo    •    Senin, 12 Mar 2018 18:35 WIB
pilkada 2018
KPK Diminta Awasi Sengketa Pilkada di MK
Ketua MK Arief Hidayat. Foto: MI/Susanto

Jakarta: KPK diminta ikut mengawasi sengketa pilkada yang digelar di Mahkamah Konstitusi (MK). Hal itu penting untuk mencegah potensi tindak pidana korupsi.
 
"Sejak awal kami sudah minta KPK untuk mendampingi supaya jangan ada kasus suap yang terjadi di tubuh MK," kata Ketua MK Arief Hidayat usai menghadiri acara `KPK Mendengar' di Gedung KPK Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin, 12 Maret 2018.
 
MK pernah mengalami cap buruk saat dipimpin Akil Mochtar pada 2013. Bahkan, Akil ditetapkan KPK sebagai tersangka untuk dua kasus dugaan suap, yaitu dugaan suap terkait sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan dugaan suap sengketa Pilkada Lebak, Banten.

Baca: KPK Berharap Suap Sengketa Pilkada Tak Terulang

Arief telah berkoordinasi dengan KPK terkait pengawasan penanganan sengketa pilkada. Pendampingan berupa pendidikan integritas dari KPK telah dilakukan untuk level ketua MK hingga jajaran pegawai.
 
"Sudah dua kali KPK kami minta memberikan pendidikan mengenai intergritas dan itu trainer dari KPK. Kami berharap, baik pers maupun KPK, mendampingi kami jangan sampai terjadi lagi. Saya mohon dukungannya supaya pilkada bisa kami selesaikan dengan baik," imbuhnya.




(FZN)