Kasus Penyiraman Air Keras Novel Masih Berlanjut

Ilham wibowo    •    Jumat, 15 Sep 2017 18:22 WIB
novel baswedan
Kasus Penyiraman Air Keras Novel Masih Berlanjut
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono memastikan, kasus teror penyiraman air keras terhadap Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berlanjut. Penyidik masih menantikan kesembuhan Novel di Rumah Sakit Singapura.

"Masih tetap kita lanjut melakukan penyelidikan," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat 15 September 2017.

Argo menampik pengungkapan kasus teror air keras itu menjadi lambat lantaran terpengaruh dua laporan terhadap Novel. Porsi penyelidikan, kata dia, dilakukan dilakukan sama sesuai prosedur di internal kepolisian.

"Kasusnya kan berbeda, ada yang cepat ada yang lama. Bergantung saksi, barang bukti, dan korban," ujar Argo.

Novel disiram air keras pada 11 April 2017. Akibat insiden itu, Novel mesti menjalani perawatan di Singapura. Penyiraman menyebabkan mata kiri Novel hanya berfungsi sekitar 40 hingga 45 persen. Sementara itu, jaringan mata kanan novel belum tampak tumbuh. Ada sekitar 2-4 milimeter yang tidak tumbuh di lapisan mata kanan.

Lima bulan kasus bergulir, pelaku penyiraman Novel belum bisa ditangkap. Polisi kemudian dihadapkan masalah baru terkait laporan Direktur Penyidik KPK Brigjen Aris Budiman dan Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Polri, Kombes Erwanto Kurniadi. Keduanya melaporkan Novel atas tudingan melakukan pencemaran nama baik melalui email dan media massa.

Kasus pelaporan terhadap Novel oleh Brigjen Aris sudah naik ke tahap penyidikan. Status Novel dalam kasus itu masih sebagai terlapor.


(UWA)