KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Miryam Haryani

Surya Perkasa    •    Rabu, 19 Apr 2017 04:05 WIB
e-ktp
KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Miryam Haryani
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Tersangka pemberian keterangan palsu di kasus kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el), Miryam S. Haryani, kembali mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan alasan sakit. KPK pun tengah mempertimbangkan penjemputan paksa Miryam.

“Pemanggilan paksa sedang kita pertimbangkan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa 18 April 2017.

Miryam dinilai tak kooperatif karena telah mangkir dalam dua panggilan terakhir. Panggilan paksa merupakan salah satu dari beberapa alternatif yang dapat dilakukan lembaga antikorupsi.

Langkah itu, kata Febri, akan diambil jika Miryam kembali mangkir. Febri mengakui surat yang dibawa oleh kuasa hukum yang ditunjuk Miryam menjadi pertimbangan. Kuasa hukum menyebutkan Miryam sedang sakit dan minta penjadwalan ulang pada 26 April mendatang.

“Penyidik punya jadwal sendiri dan punya strategi yang diatur. Kalau tidak datang kita lakukan tindakan hukum sesuai KUHAP,” tegas Febri.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan politikus Hanura Miryam S. Haryani (MSH) sebagai tersangka pada 5 April 2017. Miryam menjadi 'pesakitan' karena memberikan keterangan palsu dalam persidangan.

Penetapan Miryam merupakan hasil pengembangan penyidikan yang dilakukan KPK. Salah satunya dengan memerhatikan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan kasus korupsi proyek KTP-el dengan terdakwa Sugiharto dan Irman di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

"Tersangka MSH diduga dengan sengaja atau tidak, atau berikan keterangan yang tidak benar di persidangan," kata Febri.

Atas perbuatannya ini, Miryam disangkakan melanggar Pasal 22 jo pasal 35 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah oleh UU nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


(DRI)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

5 hours Ago

Sebuah perusahaan asal Amerika Serikat ikut menyediakan teknologi perekaman KTP-el. Terselip na…

BERITA LAINNYA