KPK Jadwalkan Pemeriksaan Novanto Pekan Depan

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 12 Sep 2017 19:04 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
KPK Jadwalkan Pemeriksaan Novanto Pekan Depan
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto awal pekan depan. Dia akan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaaan KTP Ekektronik (KTP-el).
 
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, surat pemanggilan untuk Novanto telah ditandatangani lima pimpinan KPK. Artinya, surat panggilan akan dikirim dalam waktu dekat.
 
"Setelah awal minggu depan akan dijadwalkan kembali pemeriksaan SN sebagai tersangka," kata Febri di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa 12 September 2017.

Baca: Novanto Dirujuk ke Rumah Sakit Siloam karena Vertigo

Kendati begitu, Febri mengaku belum mengetahui secara pasti kapan pemeriksaan itu digelar. Dia hanya menjelaskan terkait waktu masih dikoordinasikan dengan penyidik.
 
"Waktunya saya pastikan dulu pada tim yang menangani. Nanti akan kita informasikan lebih lanjut," ujarnya.
 
Febri mengatakan, pihaknya berharap Ketua Umum Partai Golkar tersebut memenuhi panggilan kedua penyidik. Menurutnya, keterangan Novanto dibutuhkan untuk membuat terang kasus yang merugikan uang negara hingga Rp2,3 triliun tersebut.
 
"Saya kira akan lebih baik pemeriksaan dipenuhi karena ada ruang yang cukup besar untuk menjelaskan, memberikan klarifikasi," tuntasnya.
 
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan karena Novanto batal memenuhi panggilan penyidik pada Senin 11 September 2017. Tersangka kasus 'papa minta saham' itu tidak bisa menjalani pemeriksaan lantaran sakit.

Baca: KPK Beberkan Peran Setya Novanto dalam Kasus KTP-el 

Berdasarkan surat keterangan dokter yang diserahkan tim kuasa hukum, Novanto terpaksa diopname di RS Siloam setelah gula darahnya naik. Tak hanya itu, dalam surat itu Novanto juga disebut mengalami gangguan fungsi ginjal dan jantung.
 
Namun, KPK meragukan alasan Novanto mangkir dari pemeriksaan. Lembaga antikorupsi itu akan menelisik kebenaran surat dokter tersebut. Bahkan, Penyidik akan berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mengonfirmasi rekapan penyakit yang diderita Novanto.
 
Novanto resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP Elektronik (KTP-el). Novanto bersama dengan tersangka lain yakni Andi Narogong diduga mengatur proyek senilai Rp5,9 triliun dari mulai penganggaran, pengerjaan hingga pengadaan KTP-el. Keduanya mengeruk keuntungan sampai Rp574,2 miliar dari proyek tersebut.




(FZN)