Sofyan Sempat Memarahi Kotjo Soal PLTU Riau-II

Damar Iradat    •    Selasa, 12 Feb 2019 16:27 WIB
OTT KPKKorupsi PLTU Riau-1
Sofyan Sempat Memarahi Kotjo Soal PLTU Riau-II
Dirut PLN Sofyan Basir/MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Direktur Utama PT PLN Persero Sofyan Basir sempat memarahi bos Blackgold Natural Resoursces Limited Johannes Budisutrisno Kotjo di depan mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Emosi Sofyan meledak saat Kotjo membahas rencana proyek PLTU Riau-II.

"Saya bilang, Pak Kotjo, tolong jangan diskusi, mimpi saja jangan, selesaikan saja dulu Riau-I. Saya minta fokus dulu," ungkap Sofyan saat bersaksi untuk Idrus di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Februari 2019.

Saat itu, kata Sofyan, perusahaan yang dibawa Kotjo, China Huadian Engineering Company (CHEC) baru saja menggarap proyek PLTU Riau-I. Kinerja perusahaan itu belum terlalu baik.

Baca: Kotjo Minta Diperkenalkan ke Sofyan Basir Lewat Novanto

Kejadian berlangsung di kediaman Sofyan. Perbincarangan terjadi di hadapan Idrus dan eks Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih.

Suasana menjadi tegang. Idrus akhirnya meminta Kotjo dan Eni keluar ruangan.

"Kira-kira setelah 10 menit (Kotjo dan Eni) keluar, saya bilang (ke Idrus), mereka kan tamu saya. Tapi, dia bilang enggak usah, tetap di luar," jelas Sofyan.

Selepas itu, mantan Direktur Utama BRI tersebut mengaku membicarakan hal lain. Salah satunya, pembicaraan permintaan corporate social responsibility (CSR) dari PLN.

Idrus Marham didakwa menerima suap Rp2,250 miliar dari bos BlackGold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo. Dia didakwa menerima suap bersama eks Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih.

Baca: Sofyan Basir Bersaksi untuk Idrus Marham

Suap itu diberikan agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1 antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources (BNR), dan China Huadian Engineering Company (CHEC). PT BNR dan CHEC adealah perusahaan yang dibawa Kotjo.

Idrus berkomunikasi dengan Eni pada 2017. Idrus selaku penanggung jawab Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar mengarahkan Eni selaku bendahara penyelenggara untuk meminta uang USD2,5 juta ke Kotjo. Uang itu guna keperluan Munaslub Golkar 2017.

Idrus didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.


(OJE)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA