Legislator Penyuap Zainudin Hasan Diperiksa

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 07 Nov 2018 11:04 WIB
OTT Bupati Lampung Selatan
Legislator Penyuap Zainudin Hasan Diperiksa
Bupati nonaktif Lampung Selatan Zainudin Hasan/MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan anggota DPRD Provinsi Lampung Agus Bhakti Nugroho. Dia akan diperiksa terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Bupati nonaktif Lampung Selatan Zainudin Hasan.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka TPPU Zainudin," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu, 7 November 2018.

Tersangka Agus Bhakti Nugroho diduga memberi uang ke Zainudin. Uang bersumber dari sejumlah proyek.

Baca: Aset Zainudin Dicari Lewat Saksi

KPK tengah menelusuri aset-aset milik adik kandung Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan tersebut. Penyidik bolak-balik memeriksa pihak yang diduga mengurus proses jual beli tanah Zainudin.

Zainudin ditetapkan sebagai tersangka suap proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Selatan. Zainudin dijerat bersama Anggota DPRD Lampung dari Fraksi PAN Agus Bhakti Nugroho, pemilik CV 9 Naga Gilang Ramadhan, dan Kepala Dinas PUPR Lampung Selatan Anjar Asmara.

Zainudin dan Agus diduga mengatur proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Selatan. Terdapat empat proyek yang diatur Zainudin dan Agus untuk diberikan kepada CV 9 Naga.

Baca: Petinggi Baramega Citra Mulia Persada Diperiksa

Proyek-proyek itu ialah 'Box Culvert' Waysulan dan rehabilitasi ruang Jalan Banding Kantor Camat Rajabasa yang dimenangkan CV Langit Biru. Kemudian peningkatan ruas Jalan Kuncir Curug yang dimenangkan CV Menara 9, dan peningkatan ruas Jalan Lingkar Dusun Tanah Luhur Batas Kota yang dimenangkan CV Laut Merah.

Pada proses pengembangan, KPK kembali menetapkan Zainudin sebagai tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU). Zainudin diduga menerima uang dari Anggota DPRD Lampung dari Fraksi PAN Agus Bhakti Nugroho, yang bersumber dari proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Selatan senilai Rp57 miliar.

Uang itu diterima Zainudin dalam rentan waktu 2016 sampai 2018. Uang itu bagian feenya Zainudin dari nilai proyek di Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan.


(OJE)