Polri Gagalkan Penyelundupan 22 Kg Sabu dari Malaysia

Sunnaholomi Halakrispen    •    Sabtu, 15 Dec 2018 04:56 WIB
penyelundupan
Polri Gagalkan Penyelundupan 22 Kg Sabu dari Malaysia
Ilustrasi. Medcom.id/Syahmaidar

Jakarta: Polri menggagalkan penyelundupan 22 kg sabu dari Malaysia. Dalam penyelidikan kali ini, penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim Polri mengamankan enam tersangka.

"Totalnya ditangkap enam tersangka dengan peran berbeda-beda," ujar Dittipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto di kantornya, Jakarta, Jumat, 14 Desember 2018.

Dalam penangkapan tersersebut, pertama diamankan tersangka berinisial ZNL (47) dan TMS (39). Penyidik pun menyita lima kg sabu yang dibawa dari Aceh ke Medan.

Eko menyampaikan, penangkapan dilakukan di perempatan Asrama Simpang Gaperta, Jalan Gatot Subroto, Medan, Sumatera Utara, Sabtu, 8 Desember 2018.

"Tersangka ZNL dan TMS ini merupakan kurir yang diperintahkan oleh tersangka MWD dan HSN," imbuh dia.

Kemudian, kembali dilakukan penangkapan terhadap dua tersangka lainnya, berdasarkan pengembangan kasus tersebut. Kedua tersangka berinisial MWD (34) dan HSN (46) di Jalan Ahmad Yani, Langsa Timur, Kota Langsa, Nanggroe Aceh Darussalam, Minggu, 9 Desember 2018.

Dalam kasus ini, MWD dan HSN berperan sebagai kurir khusus di Aceh. Sementara itu, dari penggeledahan rumah MWD di Desa Giri Paloh Igeuh, Aceh, diamankan sebangak 17 kg sabu yang disimpan di dalam ban cadangan mobil. 

Esok harinya, tersangka berinisial SD (35) ditangkap di Kampung Simpang Tiga, Aceh. Tersangka JNL (29) juga ditangkap saat bersembunyi di pesantren sekitar Simpang Tiga, Aceh.

"SD perannya menjemput narkoba (paket sabu) di tengah laut. Setelah SD menerima paket (narkoba), lalu paket diserahkan ke tersangka lainnya yakni JNL," tutur Eko.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

Tersangka diancam pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun serta pidana denda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar ditambah sepertiga.


(SCI)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

1 month Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA