Hakim dan Panitera PN Tangerang Tersangka Suap Rp30 Juta

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 13 Mar 2018 23:49 WIB
kasus suapkorupsiott kpk
Hakim dan Panitera PN Tangerang Tersangka Suap Rp30 Juta
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (6/6). Foto: MI/ ROMMY PUJIANTO.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat orang tersangka kasus dugaan suap pemulusan putusan suatu perkara di Pengadilan Negeri Tangerang. Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK menemukan dua alat bukti yang cukup.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu yakni, Hakim Pengadilan Negeri Tangerang Wahyu Widya Nurfitri (WWN), Panitera Pengganti PN ‎Tangerang Tuti Atika (TA), Agus Wirano (AGS) dan HM Saipudin (HMS) selaku advokat.

"WWN dan TA diduga sebagai penerima (suap), sementara AGS dan HMS diduga sebagai pemberi," kata Basaria dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa 13 Maret 2018.

Menurut Basaria, komitmen fee suap dalam kasus ini sebanyak Rp30 juta. Pemberian dilakukan dalam dua tahap, pertama pada 7 Maret 2018 sebanyak Rp7,5 juta dan pemberian kedua terjadi pada 13 Maret 2018 sebanyak Rp22,5 juta.
‎‎
"Latar belakang terjadinya pemberian uang ke hakim melalui panitera karena sedang menangani kasus perdata, ada pihak-pihak tertentu yang ingin kasusnya dimenangkan," ujar Basaria.

Baca: KPK Benarkan Tangkap Panitera Tangerang

Basaria mengatakan, perkara yang ditangani Hakim Wahyu adalah perkara gugatan perdata wanprestasi nomor 426/PDT/G2017/PN Tangerang dengan permohonan ahli waris mau menandatangani akta jual beli melalui hutan.

Akibat perbuatannya, Wahyu dan Tuti selaku penerima suap dijerat dengan Pasal Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan, Agus dan Saipuidin selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

 


(Des)