KPK Lacak Aset Korupsi KTP-el di Luar Negeri

Juven Martua Sitompul    •    Kamis, 12 Oct 2017 13:14 WIB
korupsi e-ktp
KPK Lacak Aset Korupsi KTP-el di Luar Negeri
Plt Unit Pelacakan Aset Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi KPK, Irene Putri. Foto: MI/Rommy

Metrotvnews.con, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melacak sejumlah aset diduga hasil dari korupsi KTP elektronik (KTP-el) yang disinyalir disimpan di sejumlah negara. Kuat dugaan, aset-aset itu disamarkan oleh pihak yang terlibat dalam korupsi megaproyek tersebut.
 
"Kami melakukan (pelacakan) aset sampai ke luar negeri, kita bekerja sama dengan penegak hukum di luar negeri," kata Plt Unit Pelacakan Aset Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi KPK, Irene Putri di gedung KPK, Jakarta, Kamis 12 Oktober 2017.
 
Baca: KPK Berkoordinasi dengan FBI

Irene mengatakan, untuk mengejar aset-aset itu pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Salah satunya Badan Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI).
 
Irene masih enggan memberikan informasi aset apa saja yang terindikasi hasil praktik korupsi KTP-el. Dia menjelaskan, KPK sudah menjalin kerjasama dengan FBI untuk mengungkap aset-aset haram tersebut.
 
"Kami bekerja sama dengan penegak hukum di negara lain. Jangan sekarang deh. Nanti ada saatnya," kata Irene.

Baca: KPK Kantongi Bukti Korupsi KTP-el di Amerika

Irene yang juga sebagai jaksa penuntut umum KPK ini mengungkapkan, pelacakan aset itu difokuskan pada sejumlah pihak yang disinyalir meraup keuntungan dari proyek senilai Rp5,9 triliun tersebut. Dengan begitu, kata dia, barang-barang yang berkaitan dengan pengadaan tidak masuk dalam daftar pelacakan.
 
"Si A, si B, dan si C mendapat keuntungan berapa? Kemudian keuntungan itu yang kita lakukan pelacakan atas yang bersangkutan, bukan pengadaannya ini," kata Irene.




(FZN)