Napi akan Terlayani dengan Teknologi Informasi

M Sholahadhin Azhar    •    Jumat, 27 Apr 2018 13:48 WIB
narapidanalembaga pemasyarakatan
Napi akan Terlayani dengan Teknologi Informasi
Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly berada di lobi seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta. Foto: Antara/Wahyu Putro A.

Jakarta: Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meresmikan pelayanan pemenuhan hak narapidana berbasis elektronik. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) diharap bisa mengoptimalkan pelayanan pada napi.

"Kebijakan perubahan pemberian hak terhadap warga binaan pemasyarakatan berbasis informasi tersebut merupakan bukti dari adanya reformasi terhadap pelayanan kepada masyarakat," kata Yasonna di peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-54 di Kantor Ditjenpas, Jakarta Pusat, Jumat, 27 April 2018.

Ia menyebut sistem berbasis daring memiliki beberapa kelebihan. Sistem ini memangkas kesempatan bertatap muka, yang mempersempit celah perilaku koruptif. Pasalnya, Yasonna mengakui ada main mata dalam proses ini.

Yasonna mencontohkan surat remisi atau hak lain ditahan terlebih dulu, menunggu keluarga tahanan datang, dan menjalin kesepakatan. Sistem pun bisa mempercepat pemenuhan hak tahanan.

"Kalau tidak ada pelanggaran, dalam waktu tiga hari hak tahanan dipenuhi. Kalau dulu kan harus ke kantor wilayah dulu, habis itu ke Jakarta untuk diperiksa, dan dikembalikan lagi. Lama sekali," ungkap Yasonna.

Baca: Menteri Yasonna Pertimbangkan Diversi untuk Anak Terjerat Pidana

Selain itu, ia menyebut Kemenkumham telah membangun ekosistem penunjang sistem ini. Yasonna mengeklaim seluruh lembaga pemasyarakatan (lapas) dilengkapi finger print untuk tahanan. Mereka tak perlu repot-repot bertanya tentang hak-hak mereka.

"Paling baliknya napi bisa cek hak melalui finger print. Lengkap datanya di situ. Semua lapas ada," kata Yasonna.

Namun, ia tetap menegaskan pada seluruh jajarannya agar mengubah cara berpikir. Pasalnya, percuma ada sistem, tetapi mental koruptif tetap ada di diri jajarannya.

"Sebaik-baiknya sistem IT (teknologi informasi) yang kita bangun tanpa perubahan mentalitas, tanpa perubahan sikap, sistem tersebut tidak akan ada manfaatnya," kata dia.





(OGI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

5 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA