Anang Minta Pemblokiran Rerkeningnya Dicabut

Damar Iradat    •    Senin, 16 Jul 2018 19:42 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Anang Minta Pemblokiran Rerkeningnya Dicabut
Anang Sugiana/MI/Bary Fathahilah

Jakarta: Eks Direktur Utama PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo meminta pemblokiran rekening pribadi dan perusahaannya untuk dicabut. Rekening itu diblokir atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saya mohon rekening-rekening yang diblokir, baik perusahaan dan pribadi diangkat, dengan demikian saya bisa membayar denda," ucap Anang saat membacakan nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 16 Juli 2018.

Anang juga meminta keringanan hukuman dari majelis hakim. Ia menyebut sejak ditetapkan sebagai tersangka, ia telah menjalani 'hukuman'

"Baik pencekalan ataupun blokir. Saya tidak bisa menghadiri wisuda anak saya, bisnis menurun secara tajam, saya bersyukur bisa menghadapi itu semua," tutur dia.

Baca: Anang Sugiana Siap Bertanggung Jawab untuk Kasus KTP-el

Anang Sugiana Sudihardjo dituntut hukuman tujuh tahun penjara. Ia juga diwajibkan membayar denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Anang juga diberikan pidana tambahan berupa uang pengganti sejumlah Rp39 miliar. Uang itu harus dibayarkan satu bulan setelah status hukum berkekuatan hukum tetap. Jika tidak, akan diganti pidana tujuh tahun penjara.

Anang dituntut Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Anang sebelumnya didakwa memperkaya PT Quadra Solution Rp79 miliar. Perusahaan Anang masuk dalam konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI). Selain memperkaya perusahaannya, perbuatan Anang juga disebut menguntungkan perusahaan lain yang tergabung dalam konsorsium PNRI, yakni Perum PNRI, PT LEN Industri, PT Sucofindo, dan PT Sandipala Artha Putra.

Baca: Anang Sugiana Dituntut 7 Tahun Penjara

Anang juga disebut bagi-bagi fee proyek kepada dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto, serta mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraini. Perbuatan itu dilakukan untuk memuluskan tender proyek diberikan pada PT Quadra Solution yang tergabung dalam konsorsium PNRI.

Anang juga disebut memperkaya mantan Ketua DPR Setya Novanto, Direktur PT Murakabi Sejahtera sekaligus keponakan Novanto Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, dan Made Oka Masagung sebagai pemilik OEM Investment.


(OJE)