Operasi Lilin 2016 Fokus pada Terorisme

Lukman Diah Sari    •    Selasa, 29 Nov 2016 12:35 WIB
operasi lilin
Operasi Lilin 2016 Fokus pada Terorisme
Kapolri Jenderal Tito Karnavian--Metrotvnews.com/Lukman Diah Sari

Metrotvnews.com, Jakarta: Mabes Polri siap-siap menggelar operasi pengamanan jelang Natal dan Tahun Baru. Operasi Lilin 2016, namanya.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Selasa (29/11/2016), mengatakan, pada tahun ini tak ada perubahan nomenklatur. Operasi Lilin 2016 akan dihelat 23 Desember 2016 sampai 2 Januari 2017.

Operasi Lilin 2016 akan mengkhususkan pada penanganan terorisme. "Kami atensi utama ada di terorisme. Ada operasinya, tapi kita enggak ekspose karena itu operasi tertutup," kata Tito.

Baca: Terduga Teroris Asal Majalengka Racik Bom Buat Pemesan

Lebih lanjut, kata Tito, operasi untuk mendeteksi aksi terorisme. "Kami sudah banyak lakukan penangkapan," ucapnya.

Selanjutnya, pihaknya telah menyampaikan segala lapisan jajaran Korps Bhayangkara untuk selalu mengantisipasi. Khususnya, untuk lokasi tempat ibadah di wilayah tertentu. "Kami sampaikan jajaran untuk antisipasi pengamanan tempat ibadah di daerah tertentu," katanya.

Tito memastikan, operasi tak akan mengganggu Pilkada 2017, karena tim yang diterjunkan berbeda-beda.

Densus 88 Atiteror Mabes Polri, belum lama, mencokok terduga teroris berinisial RPW asal Majalengka. RPW diduga meracik bom pesanan beberapa kelompok jaringan teroris di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa dan Nusa Tenggara.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Kombes Rikwanto menjelaskan, Densus 88 menyita barang bukti berupa kombinasi senyawa kimia bahan baku pembuat bom.



RPW terancam dikenakan Pasal UU Terorisme, yaitu melakukan pemufakatan jahat dengan melawan hukum membuat, menyimpan dan menguasai bahan peledak dengan maksud akan digunakan untuk tindak pidana terorisme.


(YDH)