Alasan Polisi Membui Pelapor Kaesang Jokowi

Juven Martua Sitompul    •    Sabtu, 15 Jul 2017 12:55 WIB
kaesang pangarep
Alasan Polisi Membui Pelapor Kaesang Jokowi
Muhammad Hidayat Situmorang. Foto: Metrotvnews.com/Arga Sumantri

Metrotvnews.com, Jakarta: Muhammad Hidayat Situmorang ditahan penyidik Polda Metro Jaya atas kasus ujaran kebencian terhadap Kapolda Metro Irjen M. Iriawan. Hidayat ditahan karena dianggap tidak bersikap kooperatif saat menjalani pemeriksaan.

"Jadi, ini ada kegiatan yang tak kooperatif. Sampai kita menunggu beberapa jam, kita tanya, kita rayu, kita periksa, tetap tidak mau," kata Kabid Humas Polda Metro Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Sabtu 15 Juli 2017.

Argo mengatakan, selama pemeriksaan, Hidayat terus menolak menjawab pertanyaan penyidik dengan alasan menunggu pendampingan kuasa hukum. Setelah diberi waktu panjang, kuasa hukum tak kunjung datang.

"Sampai sore pengacara tak hadir, polisi kewajibannya menyediakan pengacara, tapi yang bersangkutan tak mau. Kemudian penyidik memeriksa yang bersangkutan, tapi dia tetap enggak mau diperiksa," ujar Argo.

Atas sikap tersebut, penyidik akhirnya merampungkan pemeriksaan Hidayat dengan berita acara penolakan. Kemudian dilanjutkan dengan penahanan terhadap Hidayat sampai enam hari ke depan.

"Penyidik mengeluarkan surat perintah penahanan lanjutan dari 14 sampai 19 Juli," kata Argo.

Baca: Polisi Resmi Menahan Hidayat, Sang Pelapor Kaesang

Hidayat merupakan tersangka kasus ujaran kebencian terhadap Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan. Dia ditetapkan sebagai tersangka setelah menyebarkan ujaran kebencian melalui video berjudul "Terungkap Kapolda Metro Jaya provokasi massa FPI agar serang massa HMI". Dari Hidayat, polisi menyita alat bukti berupa satu unit telepon genggam, satu unit komputer jinjing, dan satu unit modem.

Hidayat dijerat Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 1 dan atau Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Ancaman hukumannya, pidana paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Penyidik sempat menahan Hidayat, tapi ditangguhkan. Namun, nama Hidayat kembali mencuat setelah melaporkan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo atas tuduhan ujaran kebencian.




(UWA)