Remisi Koruptor Harus Ketat

Richaldo Y. Hariandja    •    Jumat, 18 Aug 2017 03:22 WIB
remisi koruptor
Remisi Koruptor Harus Ketat
Ketua Pukat UGM, Zainal Arifin Mochtar. Foto: Metrotvnews.com/Mustaqim

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM) Zainal Arifin Mochtar menyatakan remisi yang diberikan kepada 400 narapidana koruptor perlu dilihat lebih lanjut. Pemberian remisi kepada koruptor harus dengan ketentuan khusus.

"Remisi memang hak dari setiap narapidana, tapi korupsi dan terorisme adalah kejahatan luar biasa sehingga diperlukan prasyarat khusus," terang Zainal saat dihubungi Media Indonesia, Kamis 17 Agustus 2017.

Menurut dia, sejauh ini yang disepakati untuk melakukan pengetatan kepada koruptor adalah adanya kustice collaborator (JC). Untuk itu, ia meminta agar seluruh narapidana yang diberikan remisi tahun ini seharusnya sudah berstatus JC.

Baca: Kemenkumham Berikan Remisi pada Gayus dan Nazarudin

Pemerintah pun menyatakan memberi Remisi Umum kepada 92.816 orang dalam rangka HUT ke-72 RI. Remisi ini di antaranya diberikan kepada terpidana kasus korupsi Gayus Tambunan dan Nazarudin.

Namun, menurut Zainal, pemberian remisi kepada Gayus perlu diperdebatkan. "Sekalipun dalihnya Gayus ditahan sebelum adanya sistem JC, hal itu perlu diperdebatkan," lanjut dia.

Menurut dia, kasus Gayus Tambunan sendiri belum sepenuhnya selesai. Masih ada banyak nama yang dapat diusut. Untuk itu, menjadikan Gayus sebagai JC merupakan satu langkah yang perlu dilakukan Pemerintah.

"Kasus ini perlu dikejar, Gayus sendiri seharusnya bisa dijadikan JC," tukas dia.


(AZF)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

1 day Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA