Siti Fadilah Divonis Empat Tahun Penjara

Damar Iradat    •    Jumat, 16 Jun 2017 18:31 WIB
kasus korupsi
Siti Fadilah Divonis Empat Tahun Penjara
Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari saat menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (6/2). Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari divonis empat tahun penjara. Siti terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.

"Menyatakan terdakwa Siti Fadilah Supari telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim ketua Ibnu Basuki Widodo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 16 Juni 2017.

Selain hukuman empat tahun penjara, Siti juga diwajibkan membayar denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan. Dalam menjatuhkan putusan, majelis hakim mempertimbangkan beberapa hal.

Pertimbangan yang memberatkan, majelis hakim menilai Siti tidak mau mengakui perbuatan. Siti juga tidak mendukung upaya pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Sedangkan, pertimbangan yang meringankan, Siti bersikap sopan selama persidangan dan belum pernah dihukum. Selain itu, majelis hakim juga menilai Siti telah lanjut usia dan pernah berjasa dalam mengatasi wabah flu burung di Indonesia.

Siti terbukti menyalahgunakan kewenangan selaku Menteri Kesehatan dan pengguna anggaran (PA) dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2005 pada pusat penanggulangan masalah kesehatan (PPMK) Kemenkes. Penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Siti menyebabkan kerugian keuangan negara sekitar Rp6,14 miliar.

Menurut majelis hakim, dalam pengadaan alkes mengatasi KLB tersebut, Siti membuat surat rekomendasi soal penunjukan langsung dan meminta kuasa pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen Mulya A. Hasjmy menunjuk langsung PT Indofarma sebagai perusahaan penyedia jasa.

"Terdakwa selaku Menteri Kesehatan mengeluarkan surat rekomendasi penunjukan langsung alkes guna mengantisipasi KLB yang ditandatangani oleh Menteri Kesehatan," jelas hakim.

Selain itu, Siti juga dinilai terbukti menerima suap sebesar Rp1,9 miliar. Uang tersebut diberikan oleh Direktur Keuangan PT Graha Ismaya Sri Wahyuningsih berbentuk Mandiri Traveller Cheque (MTC) sejumlah Rp500 juta. Uang juga diberikan dari Rustam Syarifudin Pakaya yang diperoleh dari Direktur Utama PT Graha Ismaya, Masrizal Achmad Syarif sebesar Rp1,37 miliar.

Siti terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.


(DEN)

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

1 hour Ago

Azmin akan menjadi saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiha…

BERITA LAINNYA