Polisi Dalami Motif Sopir Tancap Gas di Lubuklinggau

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 19 Apr 2017 16:40 WIB
penembakan di lubuklinggau
Polisi Dalami Motif Sopir Tancap Gas di Lubuklinggau
Ilustrasi penembakan. Foto: MI/Amiruddin Abdullah.

Metrotvnews.com, Jakarta: Propam Polda Sumatera Selatan menelusuri alasan pengemudi mobil yang ditembak polisi di Lubuklinggau, menghindar saat razia. Diduga kendaraan tersebut bodong. 

"Pendalaman masih dilakukan tentang motif mengapa tidak berhenti dan melarikan diri saat dihentikan dalam razia," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto, Rabu 19 April 2017. 

Menurut dia, tim dari Mabes Polri sudah turun tangan untuk memeriksa oknum polisi yang menembak dan para korban. Sementara itu, polisi juga terus memastikan kepemilikan mobil dengan nomor polisi BG 1488 ON

"Ini yang belum pasti (bodong atau tidak). Informasinya, surat-suratnya tidak lengkap, nomor polisinya berbeda. Tapi, ini baru info ya," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar.

Baca: Oknum Polisi Tembak Satu Mobil di Lubuk Linggau

Boy menduga, lantaran minimnya kelengkapan kendaraan ditambah tak terdaftarnya kendaraan tersebut, membuat sopir kalang kabut dan memilih tancap gas. Petugas pun lalu menembaki mobil.

Peristiwa itu menyebabkan penumpang mobil bernama Surini, 54, tewas dengan tiga luka tembak di dada. Sementara itu, Dewi Erlina, 40, mengalami luka tembak di bahu kiri atas; Novianti, 30, tertembak di pundak kanan; Indra, 33, tertembak di leher; Diki, 30, tertembak di perut kiri; dan Genta, 2, trauma. 


(OGI)