KPK Hati-hati Tetapkan Tersangka Baru Kasus KTP-el

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 13 Sep 2017 19:02 WIB
korupsi e-ktp
KPK Hati-hati Tetapkan Tersangka Baru Kasus KTP-el
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang - Antara/M Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mempertajam bukti-bukti dugaan keterlibatan mantan pimpinan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dalam sejumlah kasus korupsi skala besar semisal, kasus proyek KTP-el. 

Dari beberapa kasus besar itu, sejumlah nama penting di Banggar memang kerap disebut dalam dakwaan tim jaksa penuntut umum (JPU) KPK. Mereka yang kerap disebut dalam dakwaan adalah mantan Ketua Banggar DPR RI Melchias Markus Mekeng dan wakilnya Mirwan Amir, Olly Dondokambey, beserta Tamsil Linrung.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengakui, pihaknya harus berhati-hati untuk menjerat nama-nama yang disebut tersebut. Lembaganya, lanjut dia, harus mengombinasikan bukti-bukti yang sebelumnya sudah terkumpul.

"Jangan sampai kami (terkesan) abuse, harus memenuhi prinsip prinsip kehati-hatian," kata Saut saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu 13 September 2017.

Salah satunya dalam menelusuri keterlibatan Mekeng di kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP-el. Di mana dalam surat dakwaan dua pejabat Kemendagri yakni Irman dan Sugiharto, Mekeng yang saat itu menjabat sebagai Ketua Banggar DPR RI disebut menerima aliran dana proyek sebesar USD 1,4 juta.

Tak hanya KTP-el tahun 2011-2013, nama Mekeng juga terseret dalam sejumlah kasus dugaan korupsi lain. Di antaranya, pengalokasian dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) 2011 di Kemennakertrans, proyek pengadaan Wisma Atlet SEA Games pada 2012.

Kemudian, nama Mekeng juga disebut-sebut dalam korupsi di Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (Ditjen P2KTrans), dan korupsi proyek P3SON di Bukit Hambalang, Jawa Barat, serta sejumlah kasus korupsi di Kementerian Pendidikan. Namun sejauh ini, Mekeng masih berstatus saksi meski sudah berapa kali diperiksa penyidik KPK.

Kendati begitu, Saut menegaskan tidak akan membiarkan keterlibatan para mantan pimpinan Banggar tersebut. Namun, dia kembali mengingatkan jika pihaknya masih memerlukan waktu yang cukup untuk mempertajam bukti-bukti seperti menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka KTP-el.

"KPK kalau belum yakin dengan peristiwa pidananya, kami senantiasa tetap hati-hati sampai penyidik atau penyelidik dapat membuktikannya untuk kemudian di-ekspose dan pimpinan menyetujui (mereka menjadi tersangka)," ujar Saut.

Selain Mekeng, nama tiga mantan pimpinan Banggar DPR RI lain juga sering disebut oleh mantan Bendum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Bahkan, Nazaruddin sempat diancam akan dipolisikan Mekeng berkaitan perkara KTP-el. Namun niat itu urung setelah Nazaruddin mengancam balik Mekeng.

Dalam sejumlah dokumen berita acara pemeriksaan KPK, Nazar memang kerap membongkar dugaan keterlibatan Mekeng Cs ke KPK. Khususnya perkara KTP-el, Hambalang, Kemendiknas dan Wisma Atlet. Tak sedikit pula elite parpol dengan jabatan mentereng di eranya yang diseret Nazar sampai masuk penjara KPK.

Hanya saja, dalam berbagai kesempatan baik usai diperiksa KPK maupun di Pengadilan, Mekeng ‎Cs terus membantah terlibat sejumlah kasus korupsi seperti yang disampaikan Nazaruddin, termasuk di kasus KTP-el.
 


(REN)

KPK Periksa Istri Novanto Senin Depan

KPK Periksa Istri Novanto Senin Depan

1 hour Ago

Deisti diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dirut PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharj…

BERITA LAINNYA