Menengok Safe House KPK

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 11 Aug 2017 17:16 WIB
angket kpk
Menengok <i>Safe House</i> KPK
Pansus menyambangi safe house KPK - MTVN/M Rodhi Aulia,

Metrotvnews.com, Jakarta: Pansus Hak Angket KPK mendatangi lokasi yang dijadikan safe house oleh KPK. Rumah itu didatangi berdasarkan pengakuan saksi kasus korupsi yang melibatkan mantan Ketua MK Akil Mochtar, Niko Panji Tirtayasa alias Miko, sebagai rumah sekap. 

Rumah terletak di Jalan Baru TP Cipayung, Depok, Jawa Barat. Rumah berwarna jingga di bagian depan dan tertutup rapat dengan pagar hitam.

Di depan rumah tampak warung nasi dan tower. Rumah ini terdiri dari empat kamar, yakni ruang tengah, dua kamar mandi, satu dapur, ruang jemuran, dan ruang bagian luar rumah.

"Ini sudah kosong sejak tiga tahun. Pemilik rumah ini atas nama Yusman. Ini baru mau dikontrakin seminggu lalu. Pemilik mintanya Rp2,5 juta per bulan," kata warga setempat, Nana, yang memiliki usaha warung nasi depan rumah di lokasi, Jumat 11 Agustus 2017. 

Nana mengaku tidak tahu alasan rumah ini kosong sekira tiga tahun. Kendati demikian, ia mengungkapkan pemiliknya setiap pekan mengunjungi rumah ini.

"Saya baru dua tahun di sini. Saya cuma dititipin kunci," ujar dia.

Suasana safe house - MTVN/M Rodhi Aulia

Rumah tersebut dari luar memang tidak ada tulisan disewakan. Sejak sepekan ini, kata Nana, baru satu orang yang bertanya. 

"Dia nanya-nanya di warung sehingga tahu," ucap dia.

Niko yang turut hadir dalam kesempatan itu menjelaskan, dia tinggal di rumah itu sejak pertengahan 2013 hingga awal 2015. "Kenapa saya bilang rumah sekap, karena saya tidak bisa keluar. Saya juga tidak bisa berkomunikasi," tutur dia.

Selama berada di rumah itu, Niko dikawal petugas kepolisian. Kebutuhannya sehari-hari dipersiapkan petugas yang menjaga Niko.

"Kadang saya bisa keluar dan ketemu keluarga karena dibantu petugas. Orang KPK tidak tahu," ucap dia.


(Baca juga: Kunjungan Pansus ke Safe House tanpa Izin KPK)

Niko Panti Tirtayasa alias Miko (Kiri batik) beserta Panitia angket KPK - MTVN/M Rodhi Aulia

Pantauan Metrotvnews.com di lokasi, rumah tersebut sangat pengap. Ventilasi udaranya sangat minim. Pagar rumah sangat rapat.

Dulu saat disekap, kata Niko, ruang bagian luar rumah dijadikan gudang. Banyak sekali meja sehingga untuk masuk ke bagian dalam rumah, sangat sempit.

Adapun Pansus yang datang meninjau rumah itu yakni Ketua Pansus Agun Gunandjar Sudarsa dan Wakil Ketua Pansus Masinton Pasaribu.

Juga ada Misbakhun, Arteria Dahlan, Eddy Kusuma Wijaya, dan Muslim Ayub. Usai melihat rumah itu, Pansus beranjak menuju rumah kedua di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara.


Suasana safe house - MTVN/M Rodhi Aulia
 
 



(REN)