KPK Masih Memproses Penjualan Rumah Novanto

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 02 Oct 2018 22:10 WIB
korupsi e-ktp
KPK Masih Memproses Penjualan Rumah Novanto
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah memproses penjualan satu rumah milik mantan Ketua DPR RI Setya Novanto di Cipete, Jakarta Selatan. Hasil penjualan bakal dimasukkan ke kas negara melalui rekening KPK.

"Ada satu rumah yang akan dijual dan nanti hasilnya akan disampaikan pada KPK," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2018.

Febri belum bisa menjelaskan detail soal penjualan rumah milik mantan ketua umum partai Golkar itu. Yang jelas, kata dia, semua informasi akan diumumkan ke publik jika proses penjualan rumah rampung.

"Nanti kami update lagi kalau memang sudah ada tambahan," pungkasnya.

Baca juga: Novanto Benarkan Jual Rumah untuk Ganti Kerugian Negara

Hingga kini, terpidana korupsi KTP-el itu tercatat sudah tiga kali membayar uang pengganti dengan cara dicicil. Pertama, Novanto mengembalikan uang sebanyak Rp5 miliar.

Kedua, pada Mei 2018 lalu Novanto kembali mencicil uang pengganti sebesar USD100 ribu. Terakhir, Unit Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK mengeksekusi uang yang ada di dalam rekening Novanto sebesar Rp1.116.624.197.

Baca juga: KPK Ingin Aset Novanto untuk Ganti Kerugian KTP-el

Pengadilan Tipikor Jakarta telah menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Setya Novanto. Selain hukuman pidana penjara, Novanto juga didenda sebesar Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Novanto juga dituntut majelis hakim untuk membayar uang pengganti sebesar USD7,3 juta dikurangi uang yang telah dikembalikan Rp5 miliar subsider 2 tahun kurungan. Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik Novanto selama 5 tahun.


(HUS)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA