TPPO Bermodus Kerja ke Tiongkok Terbongkar

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 24 Nov 2017 17:15 WIB
perdagangan manusia
TPPO Bermodus Kerja ke Tiongkok Terbongkar
Ilustrasi: Perdagangan manusia. Foto: MTVN/Syahmaidar.

Jakarta: Polisi mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap warga yang ingin dipekerjakan ke Tiongkok. Proses ini berlangsung tanpa adanya penempatan tenaga kerja Indonesia swasta (PTKIS) dan prosedur ketenagakerjaan.

"Modusnya dengan visa wisata dan jalur pemberangkatan Jakarta-Shanghai. Pelaku bernama Sulikah alias Sulis," kata Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Ferdi Sambo di Jakarta, Jumat, 24 November 2017.

Kasus terbongkar ketika Ertin, korban, sempat ditangkap Kepolisian Tiongkok pada April 2016. Tahun ini, Ertin dipulangkan melalui KBRI Tiongkok ke Indonesia.

Awalnya, Ertin dijanjikan bekerja di Tiongkok sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji Rp10 juta per bulan. Korban lalu ditampung di salah satu hotel di Jakarta Pusat dan menjalani medical check up di Jakarta Timur.

"Setelah itu, dilakukan proses pembuatan paspor dengan keterangan untuk wisata dan proses ticketing serta penerbitan visa wisata," ucap dia.

Sesampainya di Tiongkok, korban menandatangani surat kontrak kerja dengan gaji 5.000 yuan, tetapi dipotong 4.000 yuan untuk mengganti proses kepengurusan. Selama hutang belum lunas, paspor korban ditahan. Nahasnya, selama bekerja, gaji korban tak pernah dibayarkan.

"Kemudian para korban ditangkap dan ditahan oleh Kepolisian Tiongkok karena sebagai TKI ilegal," ujar dia.

Ia membeberkan, dari aliran uang proses perekrutan dan pengiriman calon TKI ini, tersangka mendapatkan uang Rp20 juta per kepala. Tersangka pun diketahui dibantu beberapa orang untuk menjalankan aksinya. 

"Penerbitan paspor dibantu calo di Imigrasi Jakarta Barat Rp2 juta per orang, cek medis Rp200 ribu per orang, penerbitan tiket Rp7 juta per orang, penerbitan visa Rp600 ribu perorang, dan pemberian uang fit kepada keluarga korban Rp2 juta," beber dia.

Mabes Polri kini tengah mengembangkan kasus ini dengan mencari pelaku yang membantu tersangka. Mereka adalah calo pasport dan visa. Penyidikan akan menelusuri dari aliran dana tersangka.

"Barang bukti yang disita berupa 28 paspor dan visa wisata, 13 buku rekening, 43 kartu keluarga TKI, 27 akte lahir TKI, 19 KTP TKI, dan 3 handphone," pungkas dia.

Para pelaku TPPO ini terancam dijerat Pasal 4, Pasal 10 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO dan atau Pasal 102 ayat 1 huruf a, huruf b, Pasal 103 ayat 1 huruf g UU Nomor 39 Tahun 2004 PPTKLN jo. Pasal 55 ayt 1 ke 1e.


(OGI)

Anang Sugiana Siap Bertanggung Jawab untuk Kasus KTP-el

Anang Sugiana Siap Bertanggung Jawab untuk Kasus KTP-el

16 minutes Ago

Anang mengakui keterlibatannya dalam kasus KTP-el yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun it…

BERITA LAINNYA