KPK Usut Aset Nur Alam

Juven Martua Sitompul    •    Kamis, 12 Oct 2017 23:25 WIB
kasus korupsi
KPK Usut Aset Nur Alam
Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam. Foto: MI/Panca

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan korupsi terkait penerbitan izin usaha pertambangan (IUP) kepada PT Anugrah Harisma Barakah (AHB) yang menjerat Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) nonaktif Nur Alam. Salah satunya, menelisik aset dan harta kekayaan Nur Alam.

"Informasi yang kami terima dari penyidik merencanakan untuk memeriksa dan mendalami informasi terkait dengan kepemilikan aset atau kekayaan dari tersangka (Nur Alam)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis 12 Oktober 2017.

Menurut Febri, penyidik menduga Nur Alam telah menerima timbal balik atau kick back terkait IUP kepada PT AHB. Hal itu terungkap dari adanya transaksi mencurigakan sebesar USD 4,5 juta atau sekitar 60,7 miliar berdasar kurs saat ini di rekening Nur Alam yang diduga dikirim dari Richcorp International.

Perusahaan ini merupakan rekan bisnis PT Billy Indonesia yang berafiliasi dengan PT AHB. Dari LHKPN yang dilaporkan terakhir kali kepada KPK pada Oktober 2012, Nur Alam mengklaim hanya memiliki total harta sebesar Rp30,9 miliar.

Baca: : KPK Geledah Ruang Kerja dan Rumah Gubernur Sultra

Kendati begitu, Febri masih menolak berkomentar apakah lembaganya bakal menjerat Nur Alam dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dia hanya menjelaskan bahwa penelusuran aset itu dilakukan hanya untuk mengklarifikasi harta yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.

"Kami perlu mengklasifikasi dan mengkonfirmasi itu untuk pemenuhan unsur dugaan memperkaya diri sendiri tersebut. Jadi ruang lingkup asset tracing atau klarifikasi terkait dengan kepemilikan aset itu masih dalam ruang lingkup pendidikan indikasi tindak pidana korupsi," pungkas dia.

 


(Des)

Bacakan Pledoi, Andi Narogong Minta Maaf

Bacakan Pledoi, Andi Narogong Minta Maaf

5 hours Ago

Jakarta: Terdakwa korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2013 Andi Narogong memba…

BERITA LAINNYA