Rencana Eksekusi Mati Masih Jalan di Tempat

Anggi Tondi Martaon    •    Senin, 13 Mar 2017 17:13 WIB
eksekusi mati
Rencana Eksekusi Mati Masih Jalan di Tempat
Ilustrasi eksekusi mati. Foto: MTVN.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung M. Rum menegaskan, pihaknya belum menentukan waktu eksekusi mati tahap IV. Hal itu disampaikan menyikapi pemindahan tujuh terpidana mati ke Nusakambangan, Jawa Tengah.

"Nanti kita lihat, tapi kan belum ya. Pokoknya belum ada dalam waktu dekat," kata Rum saat dihubungi, Senin 13 Maret 2017.

Menurut dia, pemindahan narapidana itu bukan rangkaian persiapan eksekusi hukuman mati. Hal Ini biasa terjadi. Namun, dia tidak bisa berkomentar banyak terkait pemindahan tersebut. 

Masalah ini, kata dia, bukan wewenang Kejagung. Pemindahan tersebut merupakan urusan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM.

"Bisa ditanya ke Ditjenpas, karena kan beliau yang punya wewenang," tutur dia.

Baca: 7 Terpidana Mati Turut Dipindah ke Nusakambangan

Ditjenpas memindahkan 56 napi dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Salemba, Jakarta, dan LP Magelang, Jawa Tengah, ke LP di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat 10 Maret 2017. Tujuh di antara mereka merupakan terpidana mati.

Ketujuh terpidana mati itu merupakan warga negara asing. Mereka adalah Frank Amado asal Amerika Serikat; Lai Shiu Cheung Anika dan Lo Tin Yau dari Hong Kong; Xiao Jinzeng dan Chen Weibiao dari Tiongkok; Frank Chidiebere Nwaomeka asal Nigeria; dan E Wee Hock asal Malaysia.

"Dari total 56 napi yang dipindah ke Nusakambangan, 50 napi di antara mereka masuk ke LP Permisan, sedangkan 6 lainnya ke LP Batu," ujar kata Koordinator LP Nusakambangan Abdul Aris yang juga kepala LP Batu Nusakambangan, Minggu 12 Maret 2017.

Aris mengatakan pemidahan napi akan terus dilalukan. Bahkan, menurut rencana, pemindahan napi dari Jakarta ke Pulau Nusakambangan akan mencapai jumlah 500 orang. "Mereka akan dikirim secara bertahap," kata dia.





(OGI)