Niko Sebut Safe House KPK di Kelapa Gading Dibiayai Pemodal

M Rodhi Aulia    •    Sabtu, 12 Aug 2017 05:49 WIB
kpkangket kpk
Niko Sebut Safe House KPK di Kelapa Gading Dibiayai Pemodal
Rumah aman, Jalan Kuda Lumping, Nomor U 15, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat 11 Agustus 2017. Foto: Metrotvnews.com/ M Rodhi Aulia.

Metrotvnews.com, Jakarta: Saksi kasus korupsi yang melibatkan mantan Ketua MK Akil Mochtar, Niko Panji Tirtayasa alias Miko kembali menunjukkan safe house KPK di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Niko mengatakan rumah kontrakan tersebut dibayar bukan oleh KPK, tapi istilah Niko, pemodal.

"Ini yang ngontrak rumah ini adalah adik kandung dari Nelly (Nelly Rasdiana) calon Wakil Walikota Palembang yang kalah (berpasangan dengan Sarimuda)," kata Niko didampingi Pansus Hak Angket KPK di rumah aman, Jalan Kuda Lumping, Nomor U 15, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat 11 Agustus 2017.

Niko menjelaskan pemodal untuk mengontrak rumah tersebut saat itu adalah Sarimuda dari Palembang, Joncik Muhammad dari Empat Lawang, dan Hazuar Bidui dari Banyuasin.

"Mereka calon wali kota dan bupati yang kalah (di wilayah Sumatera Selatan)," ucap Niko.

Niko mengaku tiba di rumah itu dini hari. Setelah dijemput paksa KPK dari Pangandaran, Jawa Barat sekira pukul 17.00 WIB.

"Jadi di rumah ini kita semua diatur. Dari mulai BAP, nanti bicara apa di persidangan, maupun saksi-saksi. Kita akan berikan bukti tambahan ke alansus. Foto-foto saat berada di rumah ini. Ini rumah yang betul bersejarah bagi saya menjadi pembohong yang diarahkan aparatur negara. Di rumah ini terjadi," beber Niko.

Niko mengatakan dirinya berada di rumah aman versi KPK ini sejak Okotober 2013 hingga Februari 2014. Selama di sana, Niko mengaku sempat didatangi penyidik KPK atas nama Novel Baswedan, Ibrahim Kholil dan Irawan sebanyak dua kali.

"Pas saya datang pertama dan ketika penyerahan barang bukti," ujar Niko.

Sementara itu Ketua Pansus Agun Gunandjar Sudarsa meminta KPK menyudahi pertikaian di media massa. Agun menantang KPK untuk duduk bersama membangun masa depan baru di Pansus.

"Yuk, kita sama-sama duduk bareng. Berdiskusi membicarakan untuk sebuah kebenaran, keadilan, untuk rakyat. Capek kita selalu berpolemik. Pro dan kontra bukan lagi saatnya. Kejujuran, objektifitas, mari duduk bersama," kata Agun.


(DEN)