Rano Karno Disebut Terima Rp700 Juta dari Korupsi Atut

Damar Iradat    •    Jumat, 16 Jun 2017 14:30 WIB
kasus ratu atut
Rano Karno Disebut Terima Rp700 Juta dari Korupsi Atut
Rano Karno. Foto: Antara/Iqbal

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Gubernur Banten periode 2012-2014 Rano Karno disebut dalam surat tuntutan terhadap mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Rano disebut ikut diuntungkan dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat kesehatan pada rumah sakit rujukan Dinas Kesehatan Provinsi Banten.
 
Dalam membacakan tuntutan, Jaksa KPK Budi Nugraha mengatakan, Atut sebagai terdakwa tidak hanya menguntungkan diri sendiri sebesar Rp3,8 miliar. Terdapat sejumlah orang yang ikut diperkaya oleh Atut.
 
"Perbuatan terdakwa tidak hanya menguntungkan diri sendiri sebesar Rp 3,8 miliar, tapi juga menguntungkan orang lain, " kata Budi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 16 Juni 2017.
 
Dalam tuntutan tersebut Rano Karno disebut kecipratan uang sebesar Rp700 juta. Selain Rano, pihak-pihak yang turut menerima aliran dana antara lain; adik kandung Atut, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan sebesar Rp50 miliar; Yuni Astuti 23,3 Miliar; Djadja Buddy Suhardja Rp240 juta; Ajat Drajat Ahmad Putra Rp295 juta; Jana Sunawati Rp134 juta.
 
Kemudian, Yogi Adi Prabowo sebesar Rp76,5 juta, Tatan Supardi Rp63 juta, Abdul Rohman Rp60 juta, Ferga Nuriman Rp20 juta, Aris Budiman Rp1,5 juta, Sobran Rp1 juta dan uang saku ke Beijing sebesar Rp1,6 miliar untuk pejabat Dinas Kesehatan Banten.
 
Uang yang dialirkan ke sejumlah pihak tersebut diduga bersumber dari sejumlah perusahaan yang dibawa Wawan untuk menjalankan proyek alkes di Dinas Kesehatan Provinsi Banten pada tahun 2012.
 
Sebelumnya Ratu Atut dituntut delapan tahun pejara dan denda Rp250 juta subsider enam bulan kurungan. Atut dinilai terbukti melakukan korupsi dengan mengatur proses pengadaan alat kesehatan di rumah sakit rujukan Dinas Kesehatan Provinsi Banten.
 


(FZN)