Wakil Ketua KPK Sebut Penyerangan Novel Ajang Pembuktian Polisi

Surya Perkasa    •    Rabu, 17 May 2017 22:29 WIB
novel baswedan
Wakil Ketua KPK Sebut Penyerangan Novel Ajang Pembuktian Polisi
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata (kanan) bersama Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala memberikan keterangan di Gedung KPK Jakarta, Selasa (9/8/2016). Foto: Antara/Wahyu Putro A

Metrotvnews.com, Jakarta: Sudah 36 hari berlalu sejak penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disiram air keras. Hingga kini Polda Metro Jaya masih belum mencokok pelaku dan dalang penyerangan.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengajak masyarakat tetap mendukung polisi. Namun, dia menyebut penuntasan kasus itu merupakan ajang pembuktian bagi polisi menunjukkan partisipasi aktif memperkuat pemberantasan korupsi.

"Kasus ini mendapatkan perhatian luas dari masyarakat kok pasti resikonya tinggi bagi pihak kepolisian bila tak bisa ungkap," kata Alex di Gedung KPK, Jakarta, Rabu 16 Mei 2017.

Penyerangan pada Novel diduga kuat terkait dengan kasus korupsi yang tengah digarap komisi antirasuah. KPK menyatakan siap untuk berkoordinasi dan memberikan data-data yang dibutuhkan.

Alex enggan berpikiran buruk soal beberapa orang yang dilepaskan yang diduga terlibat dalam penyerangan pada Novel. Mantan Hakim itu memahami, penegakan hukum memerlukan bukti-bukti kuat. Seseorang orang yang tidak memiliki bukti kuat terlibat dalam satu kasus tentu harus dilepaskan.

"Terbukti kan polisi beberpaa kali memanggil yang diduga sebagai pelaku dan dikeluarkan lagi berati kan bukti enggak cukup. Jadi kita harus berfikir positif saja," pungkas dia.


(REN)