Hingga Mei 2017, BNN Telah Lakukan Lima Kali Pemusnahan Narkotika

Riyan Ferdianto    •    Jumat, 19 May 2017 05:14 WIB
narkotika
Hingga Mei 2017, BNN Telah Lakukan Lima Kali Pemusnahan Narkotika
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Narkotika Nasional (BNN) telah melakukan lima kali pemusnahan narkotika di tahun 2017. Adapun jenis narkotika yang sudah dimusnahkan adalah 30 kilogram sabu-sabu, 498 ganja sintetis, 1,518 narkotika dalam bentuk tanaman dan 29.367 butir ekstasi.

"Narkotika tersebut merupakan barang bukti hasil pengungkapan kasus yang dilakukan BNN pada Maret hingga awal Mei 2017.  Dari tujuh kasus yang diungkap ada 18 tersangka yang diamankan, dua diantaranya tewas di tempat kejadian," kata Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso, seperti yang dilansir Antara, Jumat 19 Mei 2017.

Buwas pangilan akrab Budi Waseso mengatakan, pemusnahan barang bukti narkotika kali ini setidaknya telah menyelamatkan lebih 200 ribu anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba. Kasus pertama menggunakan modus paket kiriman, BNN bekerjasama dengan Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta dapat mengungkap kasus ini.

"Paket ini synthetic cannabinoid dikirim dari Hongkong melalui jasa pengiriman pos di Jakarta Selatan dan mengamankan dua tersangka berinisial BAD dan YA pada hari Selasa 14 Mei 2017," ujar Buwas.

Kasus kedua adalah pengungkapan clandestine lab di empat lokasi berbeda yang berada di kawasan Depok, Jawa Barat, Senin 10 Mei 2017.  Dari penggeledahan yang dilakukan petugas menemukan barang bukti berupa prekursor dalam bentuk cairan serta pada, katanya.

"Dari kasus kedua ini petugas mengamankan empat orang pria sebagai tersangka dengan inisial SB, AS alias A, H alias D dan ES alias E," kataBuwas.

Kasus ketiga pada Minggu 9 Mei, di sekitar Desa Senyabang, Balai Batang, Sanggau, Kalimantan Barat dengan menangkap tiga tersangka berinisial R dan RN, sedangkan SY tewas tertembak karena melawan petugas. Kasus keempat, berawal dari laporan informasi petugas Bea dan Cukai Kantor Pos Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu 5 April ditemukan paket mencurigakan dari Belanda yang didalamnya diketahui berisi 14 bungkus plastik.

Tiga diantaranya positif mengandung narkotika dalam bentuk tanaman dan mengamankan seorang perempuan berinisial PST. Kasus kelima penyelundupan dan peredaran gelap narkotika yang berasal dari Tawau, Malaysia, dan dibawa melalui jalur laut menggunakan speed boat ke daerah Tarakan, Kalimantan Timur.

"Terungkap BNN pada Jumat 21 April 2017 dan mengamankan tiga tersangka yang berinisial AU, GR dan LM alias NJ dengan barang bukti 3,9 kilogram shabu," ujar dia.

Kasus keenam BNN mengamankan seorang perempuan berinisial AZ alias KK dicurigai sebagai pengedar narkotika di Pekanbaru,  Riau dengan barang bukti 929,7 gram shabu. Kemudian kasus ketujuh diungkap di Perumahan Al Azhar, Kenten, Talang Kelapa, Banyu Asin, Sumatera Selatan dengan mengamankan empat tersangka berinisial HP alias A, AA, EV dan K alias D dengan barang bukti berupa 10 kilogram shabu dan 29.427 butir ekstasi.

Sedangkan seorang tersangka yang berinisial HP alias A melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri sehingga dilakukan tindakan tegas dan tewas tertembak petugas.

 


(SCI)

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

KPK Hormati Putusan Sela Praperadilan Novanto

1 day Ago

KPK akan tetap menghadapi proses persidangan selanjutnya yang masuk dalam tahap pembuktian.

BERITA LAINNYA