Kejaksaan Tak Istimewakan Ratna Sarumpaet

Golda Eksa    •    Jumat, 09 Nov 2018 18:25 WIB
Kabar Ratna Dianiaya
Kejaksaan Tak Istimewakan Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet (baju biru) saat tiba di Mapolda Metro Jaya. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay.

Jakarta: Tim peneliti Korps Adhyaksa melalui Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta masih meneliti berkas tersangka penyebaran berita bohong (hoaks) Ratna Sarumpaet. Kejaksaan akan profesional dan tidak mengistimewakan perkara tersebut.
 
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Mukri mengatakan, berkas sudah dikirim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Penelitian berkas tahap satu itu diperkirakan rampung selama 14 hari kerja.
 
Ia belum mengetahui apakah bekas itu telah memenuhi syarat formil dan materil atau memang perlu disempurnakan. Jika dinyatakan lengkap, kepolisian akan melakukan pelimpahan tahap dua, yaitu tersangka dan barang bukti.
 
"Kasus itu akan kita proses seperti perkara pidana pada umumnya. Tidak ada yang istimewa. Pimpinan kejaksaan juga tidak memberikan atensi khusus," tandasnya.

Baca: Ratna Sarumpaet Depresi

 
Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Ratna sebagai tersangka penyebaran hoaks soal penganiayaan dirinya di Bandung, Jawa Barat. Ia ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis 4 Oktober 2018.
 
Ratna disangkakan melanggar Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU ITE terkait penyebaran hoaks dengan ancaman kurungan 10 tahun penjara. Pasal 14 UU 1/1946 juga menjelaskan tentang kebohongan yang menciptakan keresahan publik.




(FZN)