Pemerintah Diminta Karantina WNI dari Suriah

Whisnu Mardiansyah    •    Selasa, 15 May 2018 17:01 WIB
terorisme
Pemerintah Diminta Karantina WNI dari Suriah
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid - foto: dokumen MPR.

Jakarta: Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta pemerintah mengantisipasi pergerakan eks ISIS yang dideportasi dari Suriah. Mengingat, insiden teror bom di Surabaya, Jawa Timur, dilakukan oleh WNI yang baru pulang dari Suriah. 

"Kalau memang itu bermasalah, seluruh yang pulang dari Suriah langsung dikarantinakan saja. Tetapi ini kan dibiarkan untuk kembali ke masyarakat. Dan kemudian terjadilah apa yang dikhawatirkan," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Mei 2018.

Seharusnya, kata dia, pemerintah bisa mengantisipasi kepergian WNI yang berpotensi menjadi simpatisan ISIS di Suriah. Pemerintah harus lebih selektif terkait kepergian WNI ke negara-negara konflik khususnya Suriah.

(Baca juga: Pemerintah Waspadai Kepulangan 500 WNI dari Suriah)

"Kalau ke Suriah kan enggak lebih dari satu bulan. Kalau mereka bisa pulang pergi lebih dari satu bulan itu kan berarti bermasalah di keimigrasian," tutur dia. 

Politikus PKS itu enggan menyebut pemerintah gagal menderadikalisasi WNI eks ISIS. Semestinya, pemerintah bisa mengantisipasi dini sebelum mereka terpapar radikalisme. 

Jika mereka dianggap bermasalah, tentunya tak diizinkan berbaur dengan masyarakat terlebih dahulu. Melainkan diproses deradikalisasi sampai benar-benar tak lagi radikal pemikirannya. 

"Mereka dikarantina dulu, pengkajian, pengujian, kalau enggak masalah boleh (pergi) kalau masalah ya selesaikan di situ," pungkas dia. 




(REN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA