KPK Blokir Rekening Istri dan Anak Bupati nonaktif Nganjuk

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 09 Jan 2018 19:16 WIB
korupsi bupati nganjuk
KPK Blokir Rekening Istri dan Anak Bupati nonaktif Nganjuk
Bupati nonaktif Nganjuk Taufiqurrahman - MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memblokir rekening Bupati nonaktif Nganjuk Taufiqurrahman dan istrinya Ita Triwibawati serta anaknya. Pemblokiran rekening berkaitan dengan kasus dugaan gratifikasi sebesar Rp5 miliar dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Ya itu kan SOP KPK biasa seperti itu. (Rekening) anak istri juga begitu (diblokir)," kata Soesilo Aribowo, kuasa hukum Taufiqurrahman di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 9 Januari 2018.

Soesilo mengatakan penyidik KPK menduga rekening milik istri Taufiqurrahman yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Jombang dan anaknya digunakan untuk menampung jatah uang dari sejumlah proyek maupun promosi dan mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

"Sangkaannya begitu, kita lihat nanti, aku belum juga dapat dokumennya," ujar dia. 

Soesilo menambahkan pihaknya siap membuktikan semua uang yang diterima kliennya bukan bagian dari gratifikasi. Bahkan, dia yakin semua aset yang dimiliki eks politikus PDI Perjuangan itu didapat dari hasil yang sah.

"Kami akan siap membuktikan perolehan-perolehan dari aset itu bahwa itu sebenarnya diperoleh secara sah-sah saja," pungkas dia.

Taufiqurrahman sebelumnya ditangkap lewat operasi tangkap tangan (OTT) KPK beberapa waktu lalu. Usai diperiksa, penyidik KPK menetapkan Taufiqurrahman sebagai tersangka suap terkait jual-beli jabatan di Pemerintah Kabupaten Nganjuk. 

Tak hanya menjadi tersangka suap, penyidik KPK kembali menetapkan orang nomor satu di Nganjuk itu sebagai tersangka penerimaan gratifikasi. Dia diduga kuat menerima gratifikasi sebesar Rp5 miliar selama 2013-2017.

Terakhir, Taufiqurrahman dijerat sebagai tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dia diduga menyamarkan penerimaan gratifikasi sebesar Rp5 miliar dalam berbagai bentuk aset, baik kendaraan maupun tanah dan bangunan.

Dari tangan Taufiqurrahman, penyidik menyita sejumlah aset berupa satu unit mobil Jeep Wrangler Sahara Artic 4D Tahun 2012, satu unit mobil Smart Fortwo, dan satu bidang tanah seluas 12,6 hektare di Desa Suru, Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.




(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA